Jemaah Indonesia dari Madinah Berkumpul di Makkah, Layanan Fokus ke Armuzna

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 17 Mei 2026 | 12:00 WIB
Jemaah Haji asal Indonesia. (Foto/Kemenhaj)
Jemaah Haji asal Indonesia. (Foto/Kemenhaj)

BeritaNasional.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh jemaah haji reguler Indonesia yang sebelumnya mendarat dan beraktivitas di Madinah kini seluruhnya bergeser dan tiba di Makkah. 

Tuntasnya fase pergeseran ini menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk memperkuat dan mematangkan layanan menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Juru Bicara Kemenhaj Suci Annisa menyampaikan seluruh operasional pelayanan haji Indonesia hingga hari ke-26 ini berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. 

Saat ini, prioritas utama dialihkan pada kesiapan mental dan fisik jemaah, kesiagaan petugas, serta fasilitas lapangan di Armuzna.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah haji reguler Indonesia kini telah berada di Makkah. Ini menjadi fase penting karena seluruh energi layanan mulai difokuskan untuk memastikan jemaah siap menghadapi puncak ibadah haji dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujar Suci Annisa melalui siaran persnya yang dikutip pada Sabtu (16/5/2026).

Menyusul berkumpulnya jemaah di Makkah, para petugas haji yang sebelumnya bertugas di Madinah juga mulai digeser ke Makkah dan Armuzna. 

Langkah ini dilakukan untuk mempertebal sektor layanan vital, mulai dari transportasi, akomodasi, katering, tim kesehatan, perlindungan jemaah, hingga bimbingan ibadah.

“Petugas bergerak mengikuti kebutuhan jemaah. Ketika seluruh jemaah terkonsentrasi di Makkah, maka penguatan layanan juga dipusatkan di Makkah dan Armuzna,” jelasnya.

Data Operasional dan Persiapan Armuzna

Berdasarkan data operasional terbaru, total jemaah haji reguler yang telah diberangkatkan menuju Tanah Suci mencapai 430 kloter, dengan rincian 166.269 jemaah dan 1.717 petugas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 418 kloter (161.591 jemaah dan 1.672 petugas) sudah menginjakkan kaki di Makkah. Sementara untuk lini haji khusus, tercatat sebanyak 11.739 jemaah telah tiba di Arab Saudi.

Saat ini, Kemenhaj bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus melakukan finalisasi data manifest, pemetaan pergerakan bus, kesiapan tenda dan konsumsi, hingga menyiapkan skema mitigasi khusus untuk melindungi jemaah lansia, disabilitas, serta jemaah dengan risiko tinggi (risti).

Mengingat puncak haji menguras energi yang besar, jemaah diimbau untuk mulai membatasi aktivitas fisik di luar hotel yang tidak mendesak, terutama di siang hari saat cuaca terik.

“Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar ibadah. Armuzna membutuhkan stamina yang baik, karena itu jemaah perlu mengatur tenaga sejak sekarang dan tidak memaksakan diri,” ujar Suci mengingatkan.

Tindak Tegas Haji Nonprosedural

Di sisi lain, Kemenhaj juga bersikap tegas terhadap praktik haji ilegal. Per tanggal 15 Mei 2026, Satgas Pencegahan Haji Nonprosedural berhasil menggagalkan keberangkatan 32 Warga Negara Indonesia (WNI) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang kedapatan hendak berangkat haji tanpa dokumen dan visa resmi.

“Kami mengimbau masyarakat tidak tergiur tawaran haji nonprosedural. Ibadah haji wajib menggunakan visa haji resmi. Jangan mempertaruhkan keselamatan dan kepastian hukum hanya karena iming-iming berangkat cepat tanpa antrean,” tegas Suci.

Suci memberikan apresiasi yang tinggi atas kedisiplinan jemaah Indonesia dan dedikasi para petugas di lapangan yang terus bekerja keras demi kelancaran ibadah ini.

“Insyaallah, dengan kesiapan bersama, kedisiplinan jemaah, dan kerja sungguh-sungguh para petugas, kita songsong Armuzna dengan penuh kesiapan dan kekhusyukan. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberi kesehatan, kelancaran, dan meraih haji mabrur,” tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: