Prabowo Akui MBG Masih Perlu Perbaikan, Pengawasan Dapur Diperketat

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 20 Mei 2026 | 16:41 WIB
Aktivitas penyediaan MBG di dapur SPPG Kemayoran Jakarta Pusat. (BeritaNasional/isitmewa)
Aktivitas penyediaan MBG di dapur SPPG Kemayoran Jakarta Pusat. (BeritaNasional/isitmewa)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dievaluasi karena masih ada kekurangan. Karena itu, pemerintah telah menutup lebih dari 3.000 dapur.

"Saudara-saudara sekalian, kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan. Kita sudah tutup lebih dari 3.000 dapur," ujar Prabowo saat Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Prabowo meminta para pejabat, termasuk anggota DPR dan pemerintah daerah, untuk mengawasi dapur-dapur MBG. Ketum Gerindra ini meminta agar dilaporkan dapur yang bermasalah kepada dirinya.

"Saya sudah minta para pejabat dan saya persilakan anggota dewan DPR, bupati di mana-mana, silakan periksa semua dapur. Kalau ada yang tidak sesuai, laporkan segera, akan segera kita tindak. Kita tidak akan mengizinkan masalah yang begini penting untuk diurus secara tidak benar, saudara-saudara sekalian," ujarnya.

Sementara itu, Prabowo juga melaporkan program MBG telah memiliki 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Penerimanya juga telah menyadari balita, ibu menyusui dan hamil, serta lanjut usia (lansia).

"Makan bergizi gratis sekarang sudah dinikmati oleh 62,4 juta penerima setiap hari. Angka ini termasuk 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, dan 868 ribu ibu hamil menerima MBG setiap hari. Kita juga akan memberi MBG ke 500 ribu lansia yang hidup sendiri, yang hidup sebatang kara dan yang membutuhkan makan bergizi. Karena apa? Itu adalah perintah Undang-Undang Dasar Pasal 33 dan Pasal 34, bahwa kaum miskin harus diurus oleh negara," katanya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: