Purbaya Khawatir Harga Minyak Melonjak Naik Akibat Konflik Timur Tengah

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Rabu, 22 Juli 2026 | 21:30 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers  (BeritaNasional/Hamdi)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers (BeritaNasional/Hamdi)

BeritaNasional.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku khawatir harga minyak dunia bisa naik terlalu tinggi akibat konflik Timur Tengah yang masih berlanjut. Hingga kini Iran dan AS masih berperang dan tidak tahu kapan akan berakhir.

Lonjakan harga minyak berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk memberikan stimulus. Namun, ia mengaku sudah mempersiapkan strategi agar fiskal APBN tetap bertahan dari guncangan geopolitik.

"Tadinya kan ketika saya harap harga minyak turun ke 70 (dolar AS per barel), sebelumnya kan anggaran saya hitung dengan harga 100 (dolar AS per barel), jadi saya ada uang lebih gara-gara dipakai untuk mendorong perkembangan ekonomi. Sekarang mungkin jadi uangnya agak berkurang, jadi saya harus hati-hati lagi," ujar Purbaya.

Namun Purbaya yakin, perekonomian Indonesia akan tetap membaik meski konflik di Timur Tengah terus berlanjut.

Menurut dia, daya tahan ekonomi Indonesia ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga.

"Jadi saya yakin ekonomi Indonesia akan terus membaik ke depan, walaupun global economic gonjang-ganjing. Kenapa? Karena 90 persen ekonomi kita didorong kebutuhan domestik," katanya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: