Pemprov DKI Perpanjang LRT Jakarta hingga Dukuh Atas, Nilai Proyek Rp2,7 Triliun

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 21 Mei 2026 | 13:39 WIB
Suasana proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B di kawasan Manggarai, Jakarta, Rabu(6/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Suasana proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B di kawasan Manggarai, Jakarta, Rabu(6/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Pemprov DKI Jakarta bakal melanjutkan pembangunan LRT Jakarta hingga Dukuh Atas usai proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai rampung.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan keputusan itu diambil untuk menuntaskan jalur LRT dari Velodrome hingga Dukuh Atas dengan tambahan investasi sekitar Rp2,7 triliun.

“Untuk LRT yang diputuskan adalah perpanjangan dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas, untuk menuntaskan satu jalur mulai dari Velodrome sampai dengan Dukuh Atas,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, dikutip Kamis (21/5/2026).

Dengan penambahan jalur itu, panjang lintasan LRT Jakarta akan mencapai 14,2 kilometer dengan total 12 stasiun dari Pegangsaan Dua hingga Dukuh Atas.

“Panjangnya akhirnya menjadi 12,2 tambah 2 kilometer menjadi 14,2 kilometer. Stasiunnya menjadi 12. Kemudian ada penambahan investasi ataupun anggaran kurang lebih Rp2,7 triliun,” ujar Pramono.

Ia menjelaskan pembangunan jalur LRT Jakarta akan difokuskan lebih dulu untuk menyelesaikan trase Velodrome–Dukuh Atas sebelum pengembangan ke wilayah utara Jakarta dilakukan.

Selain itu, Pemprov Jakarta juga akan mengurus izin trase lanjutan LRT Jakarta dari Ancol menuju Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 hingga Bandara Soekarno-Hatta.

“Sedangkan dari Velodrome, JIS, Ancol, kemudian nanti akan diteruskan sampai PIK 2 dan sampai dengan Soekarno-Hatta, rutenya, trasenya diselesaikan kemudian,” ucap Pramono.

“Sekarang baru selesai sampai dengan Ancol. Saya akan meminta, kebetulan Pak Budi, Kepala Dinas Perhubungan yang baru, untuk segera menyelesaikan trase dari Ancol, PIK 2 sampai dengan Soekarno-Hatta,” tambahnya.

Menurut Pramono, pengembangan jaringan transportasi tersebut akan memperkuat konektivitas antarkawasan di Jakarta, termasuk dengan rencana pembangunan MRT lintas Balaraja–Cikarang.

“Maka kalau itu bisa dilakukan, semua loop dan juga utara-selatan maupun tengah yang nanti akan ada MRT dari Balaraja-Cikarang, itulah yang akan membuat konektivitas di Jakarta menjadi semakin baik. Itu yang kami putuskan,” jelas Pramono.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Provinsi Jakarta, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai hingga pekan pertama Mei 2026 telah mencapai 92,67 persen dan ditargetkan beroperasi pada Agustus 2026.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: