Kata-kata Haru Arne Slot Jelang Perpisahan Mohamed Salah dan Andy Robertson dengan Liverpool
BeritaNasional.com - Anfield bersiap menghadapi momen emosional akhir pekan ini. Laga kandang Liverpool melawan Brentford pada Minggu (24/5/2026) dipastikan menjadi laga perpisahan bagi dua pilar utama Andrew 'Andy' Robertson dan Mohamed Salah.
Kepergian dua ikon yang telah mempersembahkan delapan trofi mayor, termasuk dua gelar Premier League dan satu Liga Champions, selama sembilan tahun masa bakti mereka meninggalkan kesan mendalam bagi Pelatih Kepala Liverpool Arne Slot.
Meski baru bekerja sama intensif dalam dua musim terakhir hingga puncaknya merengkuh takhta juara Premier League Inggris musim lalu, Slot mengaku sangat kehilangan.
Pengakuan tulus itu diungkapkan dalam sesi wawancara eksklusif bersama media resmi klub.
“Saya akan selalu sangat berterima kasih,” ujar Arne Slot saat memberikan penghormatan mendalam untuk Andy Robertson dan Mohamed Salah seperti dilansir dari Liverpoolfc.com pada Sabtu (23/5/2026).
Andy Robertson: Energi Tanpa Batas yang Menginspirasi Eropa
Bagi Slot, reputasi Robertson sebagai salah satu bek kiri terbaik dunia sudah ia kagumi jauh sebelum dirinya mendarat di Merseyside.
Karakteristik khas kapten Timnas Skotlandia tersebut bahkan sempat Slot jadikan bahan pelajaran video saat dirinya masih menukang klub Belanda Feyenoord.
Slot menceritakan bagaimana dirinya kerap memutar video klip pressing ikonik Robertson saat melawan Manchester City untuk memotivasi anak asuhnya di klub lama.
"Jika bek kiri terbaik di dunia bersedia melakukan sprint seperti ini, maka setidaknya yang bisa saya minta dari kalian adalah melakukan hal yang sama. Saya tidak menunjukkan momen Lionel Messi atau Mo Salah di mana dia mengalahkan lima, enam, tujuh, atau delapan pemain lalu mencetak gol. Hanya tingkat kerja (work-rate) yang menonjol, intensitas yang dia tekankan. Dan itu biasanya bukan hal yang paling rumit untuk disalin," tutur Slot.
Lebih lanjut, Slot memuji evolusi permainan bek yang akrab disapa Robbo itu. Di bawah arahannya, Robbo tidak lagi sekadar bek sayap yang rajin naik-turun membelah lapangan, melainkan bertransformasi menjadi pemain yang jauh lebih tenang saat mengalirkan bola dari lini belakang serta cerdas dalam membangun kerja sama segitiga di lini tengah.
Ketika diminta merangkum kepribadian Robertson, senyum Slot langsung merekah. Ia menyebut Robbo sebagai sosok humoris yang dicintai oleh seluruh elemen di dalam klub.
"Lucu, mungkin salah satu hal pertama yang terlintas di benak saya. Selalu dalam suasana hati yang baik, kecuali jika saya tidak memainkannya! Meski begitu, dia selalu ada untuk membantu tim. Saya pikir ibu dan ayahnya bisa sangat bangga dengan orang seperti apa dia," tutur Slot.
Mohamed Salah: Monster di Laga Besar dan Superstar yang Membumi
Jika Robertson adalah representasi energi, Mohamed Salah adalah perwujudan magis penentu kemenangan. Slot sangat mengagumi konsistensi mesin gol asal Mesir tersebut yang mampu mempertahankan statistik gol dan assist di level tertinggi selama hampir satu dekade.
Istimewanya, Slot menggarisbawahi bahwa Salah bukanlah tipe pemain yang hanya menambah gol saat tim sudah menang telak 3-0 atau 4-0. Kebintangan Salah justru selalu menyala di saat-saat Liverpool sedang buntu dan frustrasi.
"Jumlah kali musim lalu ketika kami membutuhkan gol atau kami membutuhkan momen ajaib untuk memenangkan pertandingan dan dia melangkah maju, itu sudah berkali-kali situasinya. Menghasilkan di saat-saat besar untuk klub ketika mereka benar-benar membutuhkan Anda, itulah yang saya pikir di mana pemain top, top, top menonjol. Dan inilah yang telah dilakukan Mo. Dia berada di sana bersama satu atau dua orang lainnya untuk menjadi salah satu pemain terhebat yang pernah bermain untuk Liverpool," ungkap pelatih asal Belanda tersebut.
Di luar lapangan, Slot juga mematahkan stigma negatif yang kerap melekat pada pesepak bola berstatus superstar.
Di matanya, Salah adalah sosok pria berkeluarga yang sangat tenang, bijak, dan ramah. Di AXA Training Centre, Salah bahkan tidak segan meluangkan waktu untuk membimbing para pemain muda seperti Rio Ngumoha.
"Dia adalah superstar mutlak saat Anda melihatnya bermain. Tetapi ketika dia di sini di gedung, ketika dia berada di sekitar rekan satu timnya, ketika dia berada di sekitar anggota staf, dia hanyalah manusia normal. Dan itu mungkin sebuah pujian, karena saya tidak berpikir selalu mudah bagi superstar seperti itu untuk tetap normal seperti dia," tambahnya.
Keberhasilan Liverpool menjuarai Premier League musim lalu dirasa Slot sebagai sebuah keadilan sejarah yang sangat penting bagi generasi Robertson, Salah, Virgil van Dijk, dan Alisson Becker.
Slot menilai capaian luar biasa yang mereka tunjukkan selama bertahun-tahun di era rivalitas sengit melawan Manchester City tidak akan adil jika hanya diganjar dengan satu trofi liga.
Meraih gelar liga kedua menempatkan duo legendaris ini ke dalam jajaran kasta elite sejarah sepak bola Inggris. Pesta perpisahan di Anfield nanti diyakini Slot akan berjalan sangat emosional namun penuh dengan rasa bangga.
"Saya sangat senang untuk mereka dan juga untuk diri saya sendiri karena saya bisa menjadi bagian dalam salah satu dari keduanya. Iring-iringan gelar juara ini akan selalu ada dalam pikiran saya, serta bagaimana mereka memperlakukan saya dan staf saya selama dua tahun kami bekerja bersama," tandasnya.
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






