Menakar Peluang Milan, Juventus, Roma, dan Como Raih Tiket Liga Champions

Oleh: Tarmizi Hamdi
Minggu, 24 Mei 2026 | 13:46 WIB
Serie A Italia. (Foto/Gemini AI)
Serie A Italia. (Foto/Gemini AI)

BeritaNasional.com - Perebutan dua tiket tersisa menuju Liga Champions (UCL) musim depan melibatkan empat tim Serie A Italia. Yakni, AC Milan, AS Roma, Como, dan Juventus.

Dengan 81 kemungkinan kombinasi hasil yang bisa terjadi pada laga pemungkas Minggu (24/5/2026) malam, persaingan dipastikan membakar adrenalin.

Guna menjaga asas keadilan dan sportivitas, seluruh laga penentu ini akan digelar serentak pada Senin (25/5/2026) dini hari pukul 01.45 WIB. Dengan begitu, tidak ada satu pun tim yang diuntungkan karena mengetahui hasil pertandingan rival mereka lebih awal.

Aturan Baku Serie A: Agresivitas Gol Tidak Berlaku

Satu hal krusial yang wajib diingat dalam regulasi Serie A adalah selisih gol total tidak menjadi penentu utama jika ada dua tim atau lebih yang memiliki poin kembar. 

Sebagai gantinya, penentuan peringkat akan dihitung berdasarkan rekor head-to-head (pertemuan langsung) antartim yang bersangkutan.

Bahkan, ada satu skenario gila yang bisa terjadi. Jika Milan dan Roma sama-sama meraih hasil imbang, Como dan Juventus memetik kemenangan, keempat tim ini akan finis dengan koleksi poin yang sama persis, yaitu 71 poin.

Jika drama empat tim poin kembar ini terjadi, Serie A akan membuat "klasemen mini" khusus berdasarkan hasil pertemuan langsung keempatnya. 

Menariknya, dalam simulasi klasemen mini tersebut, tim asuhan Max Allegri (Juventus) dan Como akan mengoleksi 10 poin, disusul Juventus dengan 6 poin, dan Roma dengan 5 poin.

Secara berurutan, indikator kelolosan di klasemen mini dihitung dari poin head-to-head, selisih gol head-to-head, selisih gol keseluruhan di liga, produktivitas gol, dan opsi terakhir adalah pengundian.

Peta Kekuatan dan Peluang 4 Tim (Head-to-Head)

Berikut adalah kalkulasi nasib dan posisi masing-masing tim jika mereka harus finis dengan poin yang sama di akhir musim:

1. AC Milan (70 Poin)

Rossoneri berada di posisi yang cukup menguntungkan, namun harus waspada jika hanya finis berdua dengan Juventus.

Unggul atas: AS Roma dan Como.

Kalah dari: Juventus (karena rekor head-to-head imbang, namun selisih gol keseluruhan Milan lebih buruk).

Skenario 3-4 Tim: Milan selalu lolos jika finis bersama Roma-Como atau dalam skenario gabungan empat tim (Milan, Como, Juve, Roma).

2. AS Roma (70 Poin)

Langkah Serigala Ibu Kota terbilang paling berat jika terjebak dalam perolehan poin kembar.

Kalah dari: Juventus, AC Milan, dan Como (rekor head-to-head dengan Como sama, tetapi selisih gol keseluruhan Roma lebih buruk).

Skenario Terbaik: Roma harus menang mutlak di laga terakhir dan berharap para pesaingnya terpeleset demi menghindari hitungan head-to-head.

3. Como (68 Poin)

Tim promosi kejutan ini memiliki keunggulan aspek sejarah pertemuan yang sangat baik musim ini.

Unggul atas: Juventus dan AS Roma.

Kalah dari: AC Milan.

Skenario Multi-Tim: Como sangat diuntungkan dalam situasi klasemen mini, termasuk nangkring di posisi kedua jika skenario gila empat tim poin kembar (71 poin) benar-benar tercipta.

4. Juventus (68 Poin)

Si Nyonya Tua memiliki rekor yang cukup berimbang menghadapi para rivalnya.

Unggul atas: AC Milan dan AS Roma.

Kalah dari: Como.

Skenario Multi-Tim: Jika finis bersama Milan dan Roma, Juventus memimpin di depan. Namun jika Como ikut serta dalam hitungan, posisi Juve rawan melorot ke peringkat ketiga di bawah Como dan Milan.

Siapakah dua tim legawa yang berhasil menemani sang juara ke kompetisi kasta tertinggi Eropa musim depan? Jawabannya akan tersaji dalam 90 menit drama di lapangan hijau malam ini.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: