Sutradara Film Wuthering Heights Menyesal Potong Adegan Ketiak Margot Robbie Tak Dicukur
BeritaNasional.com - Sutradara film Wuthering Heights Emerald Fennell mengaku menyesal atas keputusannya yang memotong adegan Margot Robbie (Catherine Earnshaw) dalam film tersebut. Hal ini disampaikan Fennell dalam Hay Festival di Wales pada Jumat (22/5/2026), dan menceritakan tentang adaptasinya terhadap novel Emily Brontë, yang dirilis di bioskop pada Februari 2026 lalu.
Dikutip dari People pada Selasa (26/5/2026), Fennel telah berpikir ulang dan berharap bahwa ia mempertahankan adegan Cathy (Margot Robbie) yang ketiaknya tidak dicukur terlihat, karena itu akan lebih sesuai dengan periode waktu tersebut.
Fennell mengatakan, ia sering merasa terganggu oleh kulit tanpa bulu pada wanita dalam suatu periode drama, karena hal itu menerapkan standar kecantikan modern pada masa ketika standar tersebut secara fisik tidak mungkin dicapai.
"Di mana pisau cukur yang digunakan para wanita ini?" kenangnya sambil bertanya saat menonton adaptasi film Jane Austen.
"Semuanya tampak tidak berbulu seperti belut. Aku berpikir: 'Apa yang terjadi? Ini benar-benar gila'," ungkap Fennel.
Meskipun mencukur bulu dengan wax dan krim penghilang bulu telah ada selama berabad-abad sebelum peristiwa di Wuthering Heights, hal ini hanya dapat dilakukan oleh kaum bangsawan kaya.
Menurut Gillette UK, wanita Inggris mulai mencukur bulu wajah dan tubuh mereka dengan pisau cukur pengaman pada awal tahun 1900-an, setelah Perang Dunia Pertama atau beberapa abad setelah novel Brontë diterbitkan pada tahun 1847.
Karena alasan itu, sangat penting bagi Fennell untuk menampilkan bulu tubuh Cathy secara akurat sesuai sejarah.
"Sayangnya, adegan yang kita lihat (di dalamnya) tidak masuk dalam film," tambahnya.
Sebagai informasi, adaptasi film Wuthering Heights karya Fennell menuai beberapa kritik karena kurangnya akurasi historis, mulai dari pakaian Cathy yang mencolok, ras Heathcliff (diperankan oleh Jacob Elordi ), hingga alur cerita film itu sendiri, yang menyimpang secara signifikan dari novel gotik karya Brontë.
Namun, Fennell sebelumnya menjelaskan, perbedaan tersebut dengan mencatat bahwa interpretasinya dimaksudkan untuk mewujudkan versi yang "ia ingat pernah dibacanya" saat berusia 14 tahun, di mana ia "menginginkan hal-hal terjadi yang tidak pernah terjadi".
"Jadi ini Wuthering Heights, tapi bukan juga," kata Fennell tentang adaptasinya dalam sebuah wawancara dengan Fandango , yang diterbitkan pada bulan Januari.
"Bagi saya, Anda tidak bisa mengadaptasi buku yang padat, rumit, dan sulit seperti buku ini, saya tidak bisa mengatakan saya membuat Wuthering Heights . Itu tidak mungkin. Yang bisa saya katakan adalah saya membuat versi dari buku itu," tandasnya.
Film Wuthering Heights kini telah bisa ditonton di layanan streaming berbayar, HBO Max.
HUKUM | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







