CIO Danantara Pastikan DSI Transparan

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 27 Mei 2026 | 17:27 WIB
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir. (BeritaNasional/IG Pandu Sjahril)
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir. (BeritaNasional/IG Pandu Sjahril)

BeritaNasional.com -  PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dipastikan mengedepankan transparansi. Pernyataan ini disampaikan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir dalam merespons kekhawatiran pasar setelah badan ekspor tersebut dibentuk.

“Saya tahu gambaran besarnya, ini akan sangat baik bagi negara. Ini bisa menjadi hal yang sangat positif. Sekarang semuanya bergantung pada eksekusi. Jadi kembali lagi, soal transparansi dan sebagainya memang harus kami lakukan sejak awal,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

DSI dimandatkan khusus mengelola dan mengawasi transaksi ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis. Dalam menjalankan tugasnya DSI pada tahap awal fokus pada batu bara, crude palm oil (CPO) dan ferro alloy.

Pada tahap pertama mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026, DSI berperan sebagai penilai dan perantara antara penjual dan pembeli komoditas ekspor tertentu.

Selanjutnya pada tahap kedua yang ditargetkan dimulai Januari 2027, DSI akan membeli komoditas dari eksportir domestik untuk kemudian menjualnya ke pasar internasional.

Pembentukan DSI diharapkan dapat menciptakan pasar yang lebih besar dan sehat bagi perdagangan komoditas SDA nasional, sekaligus memperkuat daya tawar Indonesia di hadapan pembeli global.

Ia menegaskan mekanisme pasar tetap berjalan dan kontrak ekspor jangka panjang yang sudah dimiliki pelaku usaha sebelum pembentukan DSI akan tetap dihormati.

Menurutnya, konsep sentralisasi ekspor komoditas strategis bukan hal baru karena telah diterapkan sejumlah negara kaya minyak di Timur Tengah melalui perusahaan negara yang menjadi penyalur utama ekspor ke pasar global.

“Ide sentralisasi bukan sesuatu yang unik dan sudah berjalan sangat baik di beberapa negara. Jadi tantangannya bukan pada idenya, melainkan pada eksekusi,” kata Pandu.

Ia mengakui pengumuman pembentukan DSI sempat memunculkan ketidakpastian di pasar. Oleh sebab itu, menurutnya, keberadaan dan mekanisme kerja DSI perlu dijelaskan agar menjadi risiko yang lebih terukur bagi investor. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: