Prabowo: Transformasi Ekonomi Tak Mudah, Akan Hadapi Perlawanan Koruptor

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 01 Juni 2026 | 12:22 WIB
Presiden Prabowo saat pidato Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila. (Foto/YouTube Sekretariat Presiden).
Presiden Prabowo saat pidato Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila. (Foto/YouTube Sekretariat Presiden).

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, melakukan transformasi ekonomi dan perubahan besar tidak mudah. Sebab akan menghadapi berbagai tantangan.

Salah satu tantangan itu adalah perlawanan dari pihak-pihak yang suka melakukan korupsi, penyelundupan dan tindakan ekonomi ilegal lainnya.

"Mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal," ujar Prabowo saat pidato Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Menurut Prabowo, juga ada perlawanan dari pihak-pihak yang tidak cinta tanah air yang berusaha memperlemah NKRI.

"Kita akan mungkin menghadapi perlawanan dari mereka-mereka yang tidak cinta tanah air, bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI," katanya.

Prabowo mengatakan, saat ini pemerintah terus menjalankan strategi transformasi bangsa menuju ekonomi yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian yang sejalan dengan Pancasila.

Caranya dengan membangun ketahanan nasional, memperkuat ekonomi desa, sampai memberikan makan bergizi gratis. Serta memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak bocor.

"Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam. Kita membangun ketahanan pangan nasional. Kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa. Kita terus memberi makan bergizi gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul dan cerdas. Kita memperkuat pendidikan, kesehatan, dan pembangunan manusia. Kita memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak terus bocor dan tidak terus mengalir ke luar negeri," tegasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: