Modus WO Marwah Tawarkan Promo Sewa Gedung Murah sampai Bonus Kambing Guling

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 02 Juni 2026 | 14:49 WIB
Pemilik WO Marwah Ditangkap Usai Gelapkan Uang Puluhan Calon Pengantin. (Foto/istimewa)
Pemilik WO Marwah Ditangkap Usai Gelapkan Uang Puluhan Calon Pengantin. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com -  Polisi mengungkap contoh modus promosi yang dilakukan Wedding Organizer (WO) Marwah untuk menggaet para calon pengantin. Promo ini dimaksudkan mencari dana baru untuk menutupi biaya pesta calon pengantin lama.

Skema gali tutup lubang atau refinancing ini didapat setelah penyidik memeriksa dua tersangka sepasang suami istri (pasutri) RM dan ER selaku pemilik dari WO Marwah.

"Jadi, uang yang didapat dari klien lain itu digunakan untuk menyelenggarakan pesta pernikahan klien lainnya. Jadi, uang itu secara tidak langsung ya gali lubang tutup lubang,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKP Bayu Kurniawan saat dihubungi, Selasa (2/6/2026).

Modus itu diduga menjadi salah satu cara pelaku mempertahankan operasional usahanya. Alhasil, WO Marwah memberikan promo tidak masuk akal demi menggaet calon pengantin baru untuk menutupi biaya pernikahan pengantin sebelumnya.

Salah satunya promo yang berhasil diungkap penyidik lewat bukti percakapan WhatsApp, adalah tawaran sewa gedung sampai bonus menu makanan yang membuat para calon pengantin sulit untuk menolak.

“Contohnya dia kasih subsidi untuk gedung, subsidi Rp20 juta untuk sewa gedung. Terus ada promo dikasih kambing guling satu,” katanya.

Berbagai promo tersebut diduga menjadi umpan untuk meyakinkan calon pengantin agar segera melakukan pembayaran kepada WO Marwah. Sehingga dana yang didapat, bisa digunakan untuk membiayai operasional pernikahan lain.

Praktik ilegal ini dilakukan WO Marwah layaknya bom waktu yang akhirnya menemui titik buntu gagal bayar. Namun demikian, untuk aliran dana yang diberikan para calon pengantin kepada WO Marwah saat ini masih didalami penyidik.

“Masih kami dalami,” tuturnya.

Imbauan Bagi Calon Pengantin

Atas kejadian ini, Polres Metro Jakarta Timur yang menangani kasus dugaan penggelapan mengimbau kepada para calon pengantin untuk lebih hati-hati dalam memilih WO.

“Mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih Wedding Organizer,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Bayu Kurniawan kepada wartawan, Senin (1/6/2026).

Menurut Bayu, hal terpenting dalam memilih WO adalah melihat dari rekam jejak termasuk harga yang ditawarkan apakah normal atau tidak.

“Kalau terlalu murah, ya kita harus jangan terlalu cepat percaya karena kemungkinan ini adalah bentuk penipuan,” imbuhnya.

Namun, karena uang yang diberikan calon pengantin berujung digelapkan. Saat ini total sudah ada 58 orang yang terdata sebagai korban dengan total kerugian sementara mencapai Rp2,6 miliar.

“Tapi tidak menutup kemungkinan nanti ada penambahan Mungkin nanti kalau terkait ada korban yang melapor dari Bekasi, nanti mungkin penyidik dari Bekasi akan berkoordinasi dengan kami terkait dengan penanganan di sini,” tuturnya.

Akibat dari perbuatannya saat ini RM dan ER telah ditetapkan sebagai tersangka sesuai Pasal 492 KUHP tentang perbuatan curang dan pasal 486 KUHP tentang penggelapan yang telah ditahan sejak Sabtu (30/5/2026) lalu.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: