Prabowo Tugaskan BRIN Cari Sumber Air Baru

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 21 Juli 2026 | 13:35 WIB
Profil Arif Satria, peraih Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa yang jadi Kepala BRIN. (Foto/IPB)
Profil Arif Satria, peraih Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa yang jadi Kepala BRIN. (Foto/IPB)

BeritaNasional.com -  Presiden Prabowo Subianto menugaskan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat teknologi untuk menemukan sumber-sumber air baru.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, arahan tersebut disampaikan langsung Prabowo saat memimpin rapat kabinet, bahkan presiden kembali menegaskan penugasan itu dalam perbincangan setelah sidang selesai.

"Bapak Presiden langsung menugaskan BRIN saat memimpin rapat. Usai Sidang Kabinet saya sejenak berbincang dengan Bapak Presiden dan beliau kembali menegaskan tentang hal tersebut," kata Arif.

Menurutnya, presiden menilai ketahanan air menjadi salah satu program penting yang harus diperkuat karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat dan sektor pangan.

"BRIN mendapat tugas dari Bapak Presiden untuk memperkuat teknologi untuk menemukan sumber-sumber air baru," ujar Arif.

Ia menjelaskan, penugasan tersebut dilakukan karena perubahan iklim menjadi tantangan yang harus diantisipasi sejak dini.

"Hal ini mengingat perubahan iklim telah menjadi keniscayaan yang harus diantisipasi"

BRIN sambung dia, saat ini telah memiliki sejumlah teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penugasan tersebut.

"BRIN sudah memiliki sejumlah teknologi untuk mendeteksi sumber-suber air baru baik berbasis nuklir maupun drone. Juga teknologi desalinisasi air laut," sebut Arief.

Untuk menindaklanjuti arahan presiden, BRIN akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Menurut Arif, respons dari Menteri PU Doddy Hanggodo terhadap rencana tersebut juga telah disampaikan secara positif.

"BRIN juga akan koordinasi dg Menteri PU untuk menindaklanjuti arahan Bapak Presiden. Menteri PU memberikan respons positif dan akan dikoordinasikan segera," tandasnya.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: