Kontribusi Ojol Terhadap PDB Tembus Rp565 Triliun

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 04 Juni 2026 | 14:47 WIB
Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menunggu penumpang di depan Stasiun Sudirman, Kamis (2/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menunggu penumpang di depan Stasiun Sudirman, Kamis (2/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Layanan transportasi daring seperti ojek online (ojol) ternyata memberikan pengaruh besar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Kepala Pusat Makroekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman di Jakarta mengatakan, kontribusi ekosistem dan layanan transportasi daring tersebut menembus angka Rp565 triliun. Angka ini disebutnya setara 2,37% dari PDB

"Transportasi ojek online ini ternyata menyumbang hampir Rp565 triliun atau setara 2,37 persen dari PDB," ujarnya dilansir Antara, Kamis (4/6/2026).

Dari riset yang dilakukan Paramadina Public Policy Institute (PPPI) dan Indef, Masa Depan Ojek Online di Indonesia jumlah itu merupakan total dari dampak langsung dan tidak langsung ojek online.

Dampak tersebut mencapai sekitar Rp169 triliun dan Rp396 triliun. Porsi kontribusi terbesar berasal dari multiplier effect/spillover lintas sektor.

Pun kontribusi didominasi  ojol roda dua yang lebih besar dibanding taksi online roda empat dengan proporsi 2,1 kali.

"Artinya, angka ini bukan angka kecil. Bayangkan, 2,4 persen terhadap PDB, angka hampir Rp565 triliun ini, ini justru memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap multiplier effect dan spillover-nya. Artinya apa? Ojek online itu memberikan nilai tambah, ini bukan multiplier lagi, nilai tambah terhadap PDB kita, berbasis pada sektor-sektor di sistem ekonomi kita," tandasnya. (Antara)

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: