Momen Bahlil Dengar Lagu MBG, Sampai Tepok-tepok Jidat

Oleh: Ahda Bayhaqi
Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:42 WIB
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia saat mendengar lagu MBG alias Mas Bahlil Ganteng di Mubes V Kosgoro, Jumat (5/6/2026) malam. (Beritanasional/YT Kabar Golkar)
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia saat mendengar lagu MBG alias Mas Bahlil Ganteng di Mubes V Kosgoro, Jumat (5/6/2026) malam. (Beritanasional/YT Kabar Golkar)

BeritaNasional.com - Momen unik terjadi saat pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) V Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 di Jakarta, Jumat (5/6/2026) malam. Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendengar langsung lagu viral MBG alias Mas Bahlil Ganteng.

Bahlil tampak kaget saat lagi itu diputar ketika menaiki panggung yang hendak memberikan pidato. Saat tengah naik ke podium, lagu itu diputar, Bahlil pun menghentikan langkahnya dan melihat ke tamu undangan.

Bahlil terlihat tertawa sepanjang menuju podium sambil menepuk jidat berulang kali. Ia pun menunjuk-nunjuk ke arah kadernya.

"Saya tadi baru ingin mendengar pidato sahabat saya, Pak Dave. Saya lihat (menteri) UMKM, koperasi, hati-hati Pak Maman, terancam bapak malam ini. Tadi saya serius, begitu pas naik MBG, aduh bubar lagi pikiran saya," ujarnya.

Bahlil menganggap diputarnya lagu tersebut sebagai sebuah hiburan. Menurutnya, hal ini cara komunikasi antara pimpinan partai dengan kadernya.

"Enggak itu kan biasa aja. Itu kan hiburan buat rileks bagi peserta. Dan itu juga lah bentuk komunikasi antara pimpinan partai dengan kader dan anggota. Jadi saya pikir biasa aja," katanya.

Sebelumnya tengah viral lagu Mas Bahlil Ganteng atau disingkat MBG. Partai Golkar menganggap lagu tersebut sebagai bentuk penghargaan masyarakat kepada Bahlil.

"Itu, kan, justru berasal dari kreativitas netizen sebagai salah satu bentuk penghargaan netizen atas kerja keras Pak Bahlil. Kalau ada akun Golkar yang ikut meramaikan, ya wajar saja, mereka bagian dari netizen juga," ujar Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: