Jonatan Christie Buka-bukaan soal Perbedaan Sistem di Pelatnas dan Profesional

Oleh: Tarmizi Hamdi
Minggu, 07 Juni 2026 | 05:30 WIB
Tunggal putra bulu tangkis Indonesia Jonatan Christie. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Tunggal putra bulu tangkis Indonesia Jonatan Christie. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Keberhasilan Jonatan Christie melangkah ke babak final Indonesia Open 2026 untuk pertama kalinya tidak hanya menjadi buah dari kerja keras di lapangan. Usai menang dramatis atas wakil Thailand di Istora Senayan, Sabtu (6/6/2026), pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo ini blak-blakan membongkar perubahan dalam segi finansial maupun pola latihan setelah kini bermain sebagai pemain mandiri (profesional) di luar pelatnas.

Secara finansial, pengeluaran pemain profesional atau mandiri jauh lebih membengkak.

"Kalau hadiah di dalam (pelatnas) sama di luar, sama aja sih. Malah lebih gede di dalam karena kan enggak keluarin apa-apa," ujar Jojo saat konferensi pers di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu.

"Saya di luar ini harus keluar tiket, hotel, makan, bukan buat saya aja, tapi buat tim. Saya bisa bawa 3 sampai 4 orang sekali berangkat. Justru ya tujuannya cuma supaya bisa makan aja sih," guraunya.

Final perdana Indonesia Open ini, menurut Jojo, lahir dari sistem kerja timnya yang kini jauh lebih cair dan melibatkan komunikasi dua arah yang intens.

Jika di pelatnas tanggung jawab besar membuat instruksi pelatih cenderung searah, kini Jojo memiliki kebebasan untuk menyatukan seluruh elemen pendukungnya dalam satu meja diskusi.

"Kalau sekarang, kita bisa berkomunikasi dua arah. Butuhnya apa, kita saling tukar pikiran. Apa yang pelatih lihat, apa yang tim fisio lihat, dari tim psikolog, hingga tim pelatih fisik. Mereka punya part-nya masing-masing, lalu kita meeting-in sampai ketemu apa yang kurang," jelas Jojo.

Ia mencontohkan bagaimana evaluasi performanya kini jauh lebih presisi karena semua kepala sinkron.

"Perbedaannya sebenarnya tipis ya, cuma di situnya aja. Jadi banyak part yang jadi satu kepala, enggak pisah-pisah. Jangan sampai saya ke pelatih jelasin A, B, C, D, E, dapetnya A, nanti ke fisio dapetnya B, kan enggak sinkron. Di sini semuanya masuk dan menyatu," tambahnya.

Meski tidak bermaksud membandingkan secara negatif dengan sistem pelatnas yang memiliki tekanan besar dari pengurus, Jojo mengakui format komunikasi tim mandirinya saat ini membuatnya jauh lebih berkembang dan nyaman.

Sistem satu kepala inilah yang terbukti ampuh mengantar Jojo mencetak sejarah baru dalam kariernya di Istora Senayan, dan siap menghadapi laga puncak esok hari.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: