Apakah Mungkin Harga Emas Tahun Ini Turun? Simak Ulasan Menurut Ahli

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Selasa, 16 Juni 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi emas batangan  (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi emas batangan (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Emas secara historis dikenal sebagai aset yang memiliki nilai yang relatif stabil bahkan cenderung meningkat dalam jangka panjang.
Berdasarkan data historis itu pula harga emas memang mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu.

Perlu diketahui ada periode saat harga bergerak sangat cepat, tetapi ada juga fase koreksi sementara sebelum kembali naik.
Hal ini berarti harga emas bisa saja turun dalam jangka pendek, terutama bila dipengaruhi perubahan kondisi ekonomi global. Namun, banyak analis masih melihat prospek emas tetap positif dalam jangka menengah hingga panjang.

Optimisme tersebut didukung oleh beberapa faktor

  1. ketidakpastian ekonomi global,
  2. konflik geopolitik antarnegara,
  3. potensi penurunan suku bunga bank sentral,
  4. meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven.

Dengan demikian emas masih dianggap sebagai instrumen untuk menjaga nilai aset di tengah volatilitas pasar.

Prospek Harga Emas 2026

Jika melihat tren historis, emas cenderung menunjukkan pertumbuhan nilai yang stabil dari tahun ke tahun.

Namun, pergerakan harga emas tetap dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat, minat terhadap emas biasanya ikut naik.

Sebaliknya, jika kondisi ekonomi membaik dan investor mulai beralih ke instrumen lain, harga emas bisa mengalami koreksi.

Meski demikian, sejumlah analis global masih memperkirakan prospek harga emas 2026 cenderung positif, meskipun kemungkinan volatilitas jangka pendek tetap ada.
 

Ini kata ahli tentang prediksi harga emas 2026?

1. Deutsche Bank

Deutsche Bank memprediksi bahwa rata-rata pertumbuhan harga emas 2026 akan berada di $3.700/ons.

Prediksi tersebut naik dari yang sebelumnya berada di angka $2.900/ons dan menunjukkan target harga lebih optimistis.

2. Goldman Sachs Group Inc.

Goldman Sachs termasuk institusi yang cukup bullish terhadap emas.

Mereka memperkirakan harga emas dapat mencapai lebih dari US$3.700 per ons pada akhir 2025 dan berpotensi menuju US$4.000 per ons pada pertengahan 2026.

Menurut Goldman Sachs, prospek ini dipengaruhi oleh:

ekspektasi penurunan suku bunga,

meningkatnya permintaan aset safe haven,

ketegangan perdagangan global,

serta kekhawatiran terhadap kondisi fiskal global.

3. Bank of America

Sedikit berbeda dengan dua prediksi sebelumnya, Bank of America memperkirakan harga emas berada di angka $3.036/ons pada tahun 2025 dan meningkat menjadi $3.350 di tahun 2026.

Meskipun target nilainya cenderung lebih rendah, tetap terlihat potensi kenaikan. Prediksi tersebut didasarkan pada proyeksi pertumbuhan ekonomi yang moderat dan ketidakpastian pasar global,

4. J.P. Morgan

J.P. Morgan memprediksi pertumbuhan harga emas di tahun 2026 mencapai $4.000/ons. Sementara itu, harga emas pada akhir tahun 2025 diprediksi mencapai $3.675/ons.

Dalam hal ini, mereka menyoroti fenomena ketidakpastian pasar global, utamanya terkait isu ekonomi dan politik yang dapat memengaruhi laju inflasi.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: