Iran dan Oman Bakal Kenakan Biaya Kapal di Selat Hormuz, Prancis Langsung Bereaksi

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 16 Juni 2026 | 10:01 WIB
Kapal Pertamina lintasi selat Hormuz. (BeritaNasional/dok Pertamina)
Kapal Pertamina lintasi selat Hormuz. (BeritaNasional/dok Pertamina)

BeritaNasional.com - Wacana penerapan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz memicu perhatian dunia internasional.

Iran mengindikasikan akan menerapkan skema tarif bersama Oman untuk sejumlah layanan yang diberikan kepada kapal-kapal yang melewati jalur pelayaran strategis tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers yang membahas pengelolaan dan keamanan Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia karena menjadi penghubung utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk menuju pasar global.

Iran Sebut Kapal Akan Dikenakan Biaya Layanan

Baghaei menegaskan bahwa Iran memiliki kepentingan besar terhadap Selat Hormuz dan berhak menerapkan kebijakan sesuai hukum internasional guna menjaga keamanan nasional.

"Selat Hormuz sangat penting bagi kami, dan kami telah menerapkan sejumlah prosedur sesuai hukum internasional untuk melindungi keamanan nasional Iran dan Republik Islam Iran," kata Baghaei dalam konferensi pers.

Menurutnya, tujuan utama kebijakan tersebut adalah memastikan jalur pelayaran tetap aman bagi seluruh pengguna.

"Tujuan kami adalah membuka jalan bagi pelayaran yang aman di jalur perairan ini. Kami membutuhkan waktu tertentu untuk berdiskusi dengan pihak-pihak terkait mengenai isu penting ini," ucapnya lebih lanjut.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan pungutan bagi kapal yang melintas, Baghaei mengonfirmasi adanya biaya yang akan dikenakan.

Terkait kemungkinan penerapan tarif, Baghaei menegaskan bahwa akan ada biaya yang dikenakan kepada kapal yang melintas.

"Layanan yang diberikan mencakup berbagai fasilitas untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Selain itu, banyak layanan lain yang akan disediakan oleh Iran dan Oman, dan semuanya membutuhkan biaya. Karena itu, akan ada tarif yang dikenakan, dan hal tersebut sudah jelas," terang Baghaei.

Menurut Iran, biaya tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai layanan yang diberikan kepada kapal, termasuk upaya perlindungan lingkungan dan pemeliharaan jalur pelayaran.

Prancis Tolak Penerapan Tarif di Selat Hormuz

Tak lama setelah pernyataan Iran mencuat, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan penolakannya terhadap rencana tersebut.

Menjelang pelaksanaan KTT G7 di Prancis, Macron menegaskan bahwa akses ke Selat Hormuz harus tetap terbuka tanpa adanya pungutan bagi kapal internasional.

Dalam wawancara dengan TF1 TV beberapa jam setelah tercapainya kesepakatan Iran-Amerika Serikat, Macron mengatakan bahwa Prancis bersama Inggris telah menyiapkan misi khusus untuk memastikan jalur pelayaran tersebut tetap terbuka.

Menurut Macron, misi gabungan Prancis dan Inggris dapat dikerahkan dalam waktu singkat apabila diperlukan.

Ia juga mengungkapkan bahwa kapal induk andalan Prancis, Charles de Gaulle, berada dalam kondisi siap untuk bergerak menuju kawasan tersebut.

"Kapal induk andalan Prancis, Charles de Gaulle, siap dikerahkan ke kawasan itu dalam waktu dua hingga tiga hari," ucap Macron.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: