Siap Tayang 18 Juni, Dukun Magang Janjikan Sensasi Horor Ringan yang Banjir Tawa

Oleh: Bagas Kusumohadi
Selasa, 16 Juni 2026 | 17:45 WIB
Konferensi pers film Dukun Magang di Jakarta. (Foto/doc media Dukun Magang)
Konferensi pers film Dukun Magang di Jakarta. (Foto/doc media Dukun Magang)

BeritaNasional.com - Industri sinema tanah air kembali kedatangan sajian komedi horor yang segar melalui film terbaru bertajuk Dukun Magang. 

Film ini dirancang tidak hanya mengandalkan teror mistis yang mencekam, tetapi justru menonjolkan unsur humor sebagai daya tarik utamanya untuk menyapa para penonton Indonesia.

Mengusung formula unik dengan komposisi 80 persen komedi dan 20 persen horor, Dukun Magang menyasar penonton yang ingin menikmati atmosfer mistis tanpa perlu dibayangi rasa takut yang berlebihan.

Penonton tetap akan disuguhi unsur horor klasik melalui latar suasana desa terpencil, ritual mistis, rumah tua, hingga gangguan gaib. Meski begitu, warna komedi dipastikan tetap menjadi elemen yang paling dominan di sepanjang alur cerita.

Film garapan sutradara Chiska Doppert ini berfokus pada kisah Raka Mahardika, seorang mahasiswa tingkat akhir yang sangat skeptis terhadap dunia gaib. 

Akibat skripsinya yang berulang kali ditolak, Raka berada di ujung tanduk kelulusan. Sebagai upaya terakhir demi meraih gelar sarjana, ia nekat mengambil topik penelitian tentang dunia perdukunan di Desa Kalimati, sebuah desa terpencil yang dikenal masih memegang teguh tradisi mistis.

Petualangan Raka ke Desa Kalimati tidak dilakukan seorang diri. Ia ditemani oleh Boiman, sahabat karibnya yang penakut, jenaka, dan sering sok tahu, serta Sekar, teman kampus yang ternyata memiliki keterikatan khusus dengan desa tersebut. 

Dari sinilah benang kusut kekacauan dimulai. Niat awal Raka yang hanya ingin berburu data skripsi justru berujung pada rentetan ritual aneh, rahasia kelam warga lokal, hingga teror menegangkan dari sosok Kuntilanak Hitam.

Diperkuat Deretan Komika dan Aktor Komedi Papan Atas

Kekuatan utama dari film Dukun Magang terletak pada jajaran departemen aktingnya yang dipenuhi oleh para pelawak tunggal (komika) dan aktor komedi berbakat. Karakter utama Raka dimainkan oleh Jefan Nathanio, sementara karakter Sekar diperankan oleh Hana Saraswati, dan sosok Boiman yang jenaka dihidupkan oleh Fajar Nugra.

Layar bioskop akan semakin ramai dengan kehadiran aktor serta komika pendukung seperti Adi Sudirja, Wira Nagara, Mang Osa, Salsabila Zahra, Dodit Mulyanto, Mo Sidik, hingga Yan Patroman. Mereka akan memerankan jajaran karakter ikonik pedesaan seperti Mbah Djambrong, Tejo, Tarno, Surti, Mas Mulyanto, Pak Arief, dan Pak Bambang.

Kehadiran para pengocok perut ini sengaja didesain untuk menghadirkan ledakan tawa di tengah situasi mencekam. Kombinasi ini sukses membuat Dukun Magang tidak berjalan sebagai film horor murni, melainkan sebuah tontonan hiburan yang riuh, jenaka, namun tetap menyelipkan sensasi merinding.

Benturan Logika dan Tradisi yang Dikemas Ringan

Dari segi narasi, film ini juga mengangkat isu menarik mengenai benturan antara logika masyarakat modern dengan kepercayaan tradisional. 

Raka, yang sejak awal tidak mempercayai hal-hal takhayul, dipaksa menyaksikan langsung rentetan peristiwa ganjil yang tidak mampu dicerna oleh akal sehatnya. Konflik pemikiran tersebut dibungkus dengan gaya yang sangat ringan agar penonton bisa tetap hanyut dalam cerita tanpa kehilangan momen komedinya.

Diproduksi oleh Dens Vision Multimedia yang bekerja sama dengan Wahana Pictures, film berdurasi 100 menit ini digarap lewat naskah yang ditulis oleh kolaborasi Endik Koeswoyo, Mo Sidik, dan Adi Nugroho. Sementara itu, kursi produser diduduki oleh Sahrul Gibran dan Jems Sumartumin.

Bagi Anda yang mencari alternatif tontonan yang bisa memicu tawa sekaligus ketegangan yang santai, film ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Dukun Magang dijadwalkan bakal meneror dan mengocok perut penonton di seluruh bioskop tanah air mulai 18 Juni 2026.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: