Koeman Tetap Bela Taktik 5 Bek Meski Belanda Tersingkir dari Piala Dunia

Oleh: Harits Tryan
Selasa, 30 Juni 2026 | 16:32 WIB
Pertandingan Belanda vs Maroko. (Foto/FIFA)
Pertandingan Belanda vs Maroko. (Foto/FIFA)

BeritaNasional.com - Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, membela keputusan menerapkan strategi yang lebih defensif saat menghadapi Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih untuk meningkatkan peluang meraih kemenangan, bukan karena timnya takut menghadapi wakil Afrika tersebut.

Belanda akhirnya harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia setelah kalah 2-3 dalam adu penalti usai bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu melawan Maroko, Selasa (30/6/2026) WIB.

Koeman mengaku tidak menyesali keputusannya menurunkan lima pemain bertahan, meski menyadari akan menuai kritik setelah hasil mengecewakan tersebut. Pelatih berusia 63 tahun itu menilai strategi tersebut merupakan cara terbaik untuk meredam kekuatan Maroko.

"Dengan pendekatan defensif ini, kami kebobolan jauh lebih sedikit dibandingkan saat pertandingan di babak penyisihan grup. Itu hal yang positif, tetapi kami memang menjadi kurang ofensif," ujar Koeman dikutip dari Reuters, Selasa (30/6/2026).

Ia menegaskan, keputusan menggunakan lima bek didasarkan pada analisis terhadap kekuatan lawan, bukan karena rasa takut.

"Anda boleh berpendapat apa pun tentang taktiknya, tetapi kami jauh lebih solid menghadapi tim yang jauh lebih kuat dibandingkan Swedia dan Tunisia. Dan jika saya harus melakukannya lagi, saya akan memilih cara yang sama," katanya.

Koeman juga menilai hasil pertandingan bisa saja mengubah cara publik memandang keputusannya.

"Saya tahu jika Maroko tidak mencetak gol penyeimbang di menit-menit akhir, mungkin saya akan mendapat banyak pujian sebagai pelatih Belanda. Namun sekarang saya mungkin akan dimarahi karena memainkan lima bek. Meski begitu, saya tetap percaya itu adalah keputusan yang diperlukan," ungkapnya.

Mantan pelatih Barcelona itu mengungkapkan bahwa perubahan strategi telah didiskusikan bersama para pemain sebelum pertandingan dan mendapat persetujuan dari seluruh skuad.

"Kalian boleh mengkritik saya, dan itu hak kalian. Tetapi kalian hanya melihat sepak bola dari pinggir lapangan. Saya berada bersama tim setiap hari. Saya tahu apa yang harus diperbaiki, dan inilah cara saya memperbaikinya. Jika harus mengulang pertandingan itu, saya akan melakukan hal yang persis sama," tegas Koeman.

Ia pun membantah anggapan bahwa Belanda bermain terlalu bertahan karena takut menghadapi Maroko.

"Ini bukan soal takut. Sama sekali bukan itu. Kenapa harus takut? Kami bahkan memainkan tiga penyerang di lapangan. Ini soal organisasi bertahan yang lebih baik berdasarkan analisis terhadap lawan. Kita bisa terus memperdebatkan hal ini sampai besok malam," ujarnya.

Menutup pernyataannya, Koeman menghormati kritik yang datang dari publik maupun media, tetapi tetap yakin dengan keyakinannya sebagai pelatih.

"Anda punya pendapat sendiri, dan saya menghormatinya. Namun saya juga memiliki pandangan yang berbeda," pungkas Koeman.

Sumber: Reuterssinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: