Krisis AS-Iran Meluas, Aktivitas Pelayaran Selat Hormuz Mengalami Penurunan

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 10 Juli 2026 | 22:06 WIB
Kapal Indonesia yang berada di kawasan Teluk Persia agar dapat melintasi Selat Hormuz. (Foto/Pertamina)
Kapal Indonesia yang berada di kawasan Teluk Persia agar dapat melintasi Selat Hormuz. (Foto/Pertamina)

BeritaNasional.com - Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mengalami penurunan tajam akibat meningkatnya kembali konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kondisi ini menambah tekanan terhadap pasar energi global yang sebelumnya sudah terdampak gangguan pasokan terbesar dalam sejarah.

Lloyd’s List Intelligence melaporkan belum ada kapal besar yang melintasi jalur koordinasi Amerika Serikat di Selat Hormuz dengan sistem pelacakan aktif sejak Selasa (7/7/2026). Aktivitas pelayaran melalui jalur yang berada di sisi Oman juga disebut hampir terhenti.

“Data menunjukkan tidak ada kapal dengan bobot mati lebih dari 10.000 ton yang melintasi jalur yang disebut Southern Highway dengan sistem identifikasi otomatis (AIS) aktif sejak 7 Juli. Namun, setidaknya dua kapal diyakini tetap melintas tanpa menyalakan sistem pelacakan,” ujar perusahaan data maritim tersebut.

Penurunan aktivitas kapal di Selat Hormuz menjadi perhatian karena jalur tersebut merupakan salah satu rute energi paling penting di dunia.

Gangguan lalu lintas di kawasan itu berpotensi memengaruhi distribusi minyak dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan global.

Di tengah ketegangan yang meningkat, upaya diplomasi antara AS dan Iran masih terus berlangsung. Seorang pejabat pertahanan AS sebelumnya menyampaikan kepada Al Jazeera bahwa Washington tidak melakukan serangan militer di Iran pada Kamis, meski muncul laporan mengenai ledakan di sejumlah wilayah Iran.

Menurut laporan tersebut, sejumlah pihak di kawasan sedang berupaya menjadi mediator untuk meredakan ketegangan dan menjaga jalur negosiasi tetap terbuka.

Seorang pejabat AS mengatakan negaranya masih berkomitmen mencari penyelesaian melalui dialog. Pembicaraan teknis juga masih berjalan, termasuk terkait nota kesepahaman berbasis kinerja (performance-based MoU) yang tetap menjadi bagian dari proses negosiasi.

Pihak AS menilai sejumlah tindakan Iran masih berada pada tingkat yang tidak dapat diterima. Namun, para mediator terus berupaya menjaga pembicaraan agar tidak terhenti akibat eskalasi konflik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Situasi di Selat Hormuz dan perkembangan hubungan AS-Iran masih menjadi perhatian dunia, terutama karena kawasan tersebut memiliki peran besar terhadap keamanan energi global.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: