Selat Hormuz Mulai Kembali Dilalui Kapal, Permintaan Minyak Dunia Bangkit

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:09 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto/X@drpezeshkian)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto/X@drpezeshkian)

BeritaNasional.com - Permintaan minyak global mulai menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya mencapai titik terendah pada Mei 2026 lalu.

Perbaikan ini didorong oleh peningkatan konsumsi musiman serta mulai pulihnya pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan permintaan minyak masih akan mengalami penurunan sekitar 1 juta barel per hari sepanjang 2026.

Namun, laju penurunan diperkirakan melambat pada paruh kedua tahun ini sebelum kembali tumbuh pada kuartal terakhir.

IEA memproyeksikan konsumsi minyak dunia akan meningkat sekitar 2 juta barel per hari pada 2027.

Di sisi lain, cadangan minyak global bertambah 21 juta barel pada Juni, menjadi kenaikan pertama dalam empat bulan terakhir. Sebagian besar tambahan stok tersebut masih berada di kapal pengangkut, bukan di fasilitas penyimpanan darat.

Negara Teluk Susun Strategi Hubungan Jangka Panjang

Di tengah dinamika geopolitik kawasan, negara-negara Teluk terus menyusun langkah diplomasi untuk menjaga stabilitas regional dan mendorong berakhirnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Direktur Pendiri Arab Perspectives Institute, Zeidon Alkinani, mengatakan negara-negara Teluk tengah mempertimbangkan berbagai kemungkinan hubungan masa depan, baik dengan Iran maupun Amerika Serikat.

“Dalam jangka panjang, kita mungkin melihat munculnya berbagai pemikiran dan membayangkan hubungan masa depan dengan Iran, hubungan masa depan dengan Amerika Serikat, atau membayangkan aliansi transnasional baru dari perspektif kawasan,” kata Alkinani kepada Al Jazeera, dikutip Sabtu (11/7/2026)

Menurutnya, salah satu pertimbangan utama negara-negara kawasan adalah memperkuat kemampuan pertahanan serta mengurangi ketergantungan yang terlalu besar terhadap Amerika Serikat.

“Pertimbangan tersebut mencakup bagaimana mencapai pencegahan yang lebih kuat terhadap ekspansi Iran dan Israel, serta bagaimana mengurangi ketergantungan yang berlebihan pada Amerika Serikat,” ujarnya.

Namun, sebagian pihak juga menginginkan agar hubungan regional tetap berjalan seperti sebelumnya dengan fokus utama mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

“Sebagian lainnya mungkin ingin melanjutkan kondisi seperti sebelumnya untuk memastikan konflik dapat berakhir,” kata Alkinani.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: