Sekolah Rakyat di Kupang Buka Harapan Baru bagi Anak Keluarga Prasejahtera
BeritaNasional.com - Pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 melalui Program Sekolah Rakyat.
Di Nusa Tenggara Timur, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi Sekolah Rakyat pertama yang menerima 100 siswa sebagai upaya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang layak sekaligus membantu siswa mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Guru mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial SRMP 19 Kupang, Alfonsa Telmi Juita, mengatakan dirinya bergabung dengan Sekolah Rakyat karena ingin memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk memperoleh pendidikan.
"Saya percaya siapa pun berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan memiliki kesempatan untuk meraih mimpi mereka," kata Juita.
Juita mengaku memiliki kedekatan emosional dengan para siswanya karena berasal dari latar belakang yang sama, yakni keluarga Desil 1.
Menurutnya, pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga membangun karakter, kepercayaan diri, dan kemandirian siswa melalui pendampingan di asrama.
"Kami tidak hanya mengajar mereka di kelas. Kami juga mendampingi mereka di asrama agar mereka bisa berkembang, menemukan potensi diri, dan berani memiliki mimpi untuk masa depan," ujar Juita.
Selama hampir satu tahun mendampingi para siswa, lanjutnya, banyak perubahan yang terlihat. Anak-anak yang sebelumnya memiliki berbagai keterbatasan kini menjadi lebih percaya diri, berani menyampaikan cita-cita, serta menunjukkan semangat belajar yang lebih tinggi.
Menurut Juita, perubahan tersebut juga dirasakan oleh para orang tua yang melihat anak-anak mereka menjadi lebih disiplin dan mandiri.
"Ketika orang tua datang berkunjung, mereka menyampaikan bahwa anak-anak mengalami banyak perubahan. Mereka menjadi lebih disiplin, lebih mandiri, dan lebih percaya diri dibandingkan sebelumnya," ucap Juita.
Juita berharap para siswa tidak berhenti menempuh pendidikan setelah lulus dari Sekolah Rakyat.
Ia ingin mereka terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar mampu mengubah masa depan diri sendiri dan keluarganya.
"Harapan kami, mereka tidak berhenti sampai di sini. Kami ingin mereka bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan terus mengejar cita-cita mereka," harap Juita.
"Semoga apa yang mereka dapatkan di Sekolah Rakyat menjadi bekal untuk mengubah masa depan mereka dan keluarga," tambahnya.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 23 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







