Iran Butuh Kelonggaran Ekonomi, AS Cari Konsesi Nuklir

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 03 Juni 2026 | 13:34 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto/X@drpezeshkian)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto/X@drpezeshkian)

BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghadapi tekanan untuk memperoleh konsesi nyata dari Iran dalam perundingan yang sedang berlangsung.

Sejumlah pihak menilai Washington perlu mendapatkan komitmen terkait program nuklir Teheran agar hasil negosiasi tidak dianggap kembali ke titik awal sebelum konflik memanas.

Analis Timur Tengah Alan Eyre mengatakan Iran juga membutuhkan keuntungan ekonomi dari kesepakatan tersebut.

"Iran membutuhkan suntikan dana. Karena itu, Teheran menginginkan akses ke aset-aset yang dibekukan, skema pungutan di Selat Hormuz, atau sumber pendapatan lain, sebab perekonomian negara itu saat ini sedang berada dalam kondisi sulit," ujar Eyre dikutip dari Al Jazeera, Rabu (3/6/2026).

Eyre menilai sanksi dan blokade AS memang memberikan tekanan kepada Iran, tetapi dampaknya lebih terasa dalam jangka menengah.

Sebaliknya, penutupan Selat Hormuz oleh Iran memiliki efek yang jauh lebih cepat terhadap pasar energi global.

Ketidakpastian hasil perundingan AS-Iran turut memengaruhi pergerakan harga minyak dunia. Pada perdagangan Selasa, harga minyak naik sekitar 1 persen dan mencapai level tertinggi dalam sepekan.

Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar karena jalur tersebut merupakan rute penting bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Gangguan di kawasan itu telah mendorong lonjakan harga energi secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: