Mendikdasmen Sebut Pendidikan Investasi Manusia Bangun Karakter Bangsa

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Rabu, 03 Juni 2026 | 23:30 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti (tengah). (Foto/Dok Kemendikdasmen)
Mendikdasmen Abdul Mu'ti (tengah). (Foto/Dok Kemendikdasmen)

BeritaNasional.com -  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut pendidikan merupakan investasi manusia yang sangat penting dalam memastikan kemajuan peradaban sebuah bangsa. Ia mengapresiasi Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) yang terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, melalui pembangunan sekolah secara fisik, maupun karakter peserta didik.

“Pendidikan adalah tentang investasi manusia. Ini bukan hanya tentang membangun sekolah secara fisik, tetapi yang lebih penting adalah membangun karakter generasi kita dan membangun bangsa yang kuat,” terangnya, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, sekolah harus menjadi institusi yang mempersatukan bukan memecah belah. Sehingga pemerintah senantiasa berkomitmen untuk mendorong sekolah menjadi meeting point (titik temu) dan melting point (titik lebur) bagi peserta didik dari berbagai latar belakang.

“Anak-anak dari berbagai kalangan bertemu di ruang-ruang kelas dan melalui proses interaksi yang berkualitas mereka membangun karakter sekaligus memperkuat identitas keindonesiaannya. Sekolah harus menjadi institusi yang memperkuat keindonesiaan dan memperkuat ikatan kemanusiaan di antara kita,” kata Mu'ti.

Ia juga menyoroti tantangan pendidikan di era digital yang menuntut keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan penguatan nilai spiritual.

Kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan pembentukan karakter agar generasi muda tidak hanya unggul secara intelektual, namun juga memiliki ketangguhan moral.

“Ilmu dapat memberikan jawaban-jawaban, tetapi iman memberikan pilihan-pilihan. Teknologi membantu kita memahami banyak hal, tetapi nilai-nilai kehidupan membimbing kita untuk menggunakan pengetahuan itu bagi kemaslahatan sesama dan kemanusiaan,” jelasnya. (Antara)

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: