Hilman Latief Bantah Terima Aliran Uang di Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Sebut Temukan Fakta Lain

Oleh: Panji Septo R
Rabu, 03 Juni 2026 | 15:07 WIB
Hilman Latief diperiksa KPK. (Beritanasional/Panji)
Hilman Latief diperiksa KPK. (Beritanasional/Panji)

BeritaNasional.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku memiliki temuan keterlibatan eks Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief dalam kasus dugaan korupsi kuota haji.

Plt Direktur Penyidikan KPK Taufik Husein merespons pernyataan Hilman yang sebelumnya membantah menerima aliran uang dalam perkara tersebut.

Menurut Taufik, penyidik memiliki fakta-fakta yang diperoleh selama proses penyidikan dan akan mengujinya dengan keterangan para pihak yang telah diperiksa.

"Kami mengikuti yang bersangkutan juga di beberapa media-media menyatakan tidak menerima aliran uang,” ujar Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (3/6/2026).

“Tapi, kami pastikan apa yang disampaikan itu mungkin akan agak berbeda dengan proses atau hasil penyidikan yang kita temukan," tambahnya.

Ia mengatakan penyidik tidak hanya menelusuri aliran dana yang diterima secara langsung, tetapi juga kemungkinan penerimaan secara tidak langsung.

"Kalaupun ada menyatakan tidak menerima aliran, mungkin yang dimaksud adalah aliran dari yang langsung misalnya,” tuturnya.

Taufik menegaskan seluruh temuan tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan yang masih berlangsung dan akan diuji lebih lanjut melalui pemeriksaan saksi maupun alat bukti lainnya.

“Tetapi, kami menemukan fakta-fakta lain ya itu pun juga karena ada tidak langsung ada dan langsung kan," ujarnya.

Sebelumnya, Hilman Latief (HL) membantah menerima aliran uang terkait kasus dugaan korupsi kuota haji.

"Nggak ada aliran uang, coba tanyain apakah ada uang ke Pak Hilman? Nggak ada uang korupsi kuota,” ujar Hilman di PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat. 

Dia juga mengungkap hancurnya keluarga karena namanya terseret dalam kasus yang diduga melibatkan eks Menag Yaqut Cholil Qoumas tersebut.

"Saya udah nggak nanggepin itu, 8 bulan ditulis media begitu saya diam saja. Keluarga saya aja hancur. Ibu saya hancur, ayah saya kena stroke, semuanya,” tuturnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: