Kenali Gejala Silinder Mata yang Perlu Diwaspadai
BeritaNasional.com - Perubahan kondisi mata terjadi seiring waktu, usia dan seberapa sering terkena paparan sinar yang bisa menurunkan kualitas pandangan mata kita. Selain minus dan plus turunnya daya kerja mata kita ada juga yang disebut silinder.
Perubahan daya lihat mata yang silinder membuat pandangan jadi sangat tidak nyaman. Namun kita bisa mengenali gejalanya sehingga bisa ditangani lebih dini.
Berikut ulasan singkat tentang mata silinder dikutip dari laman Halodoc
Gejala Silinder Mata yang Perlu Diwaspadai
Mata silinder terjadi akibat kelengkungan kornea atau lensa mata yang tidak rata (berbentuk seperti bola rugbi, bukan bola bulat sempurna).
Hal ini membuat cahaya yang masuk ke mata pecah dan tidak jatuh tepat di satu titik retina.
Akibatnya, penderita akan mengalami beberapa gejala khas berikut dalam aktivitas sehari-hari:
1. Pandangan kabur atau membayang (ganda)
Ini adalah gejala yang paling utama. Berbeda dengan mata minus (rabun jauh) yang hanya buram saat melihat jarak jauh, mata silinder membuat objek terlihat kabur, distorsi, atau membayang (seperti ada bayangan kembar di sisinya) dari jarak jauh maupun dekat. Tulisan yang dibaca sering kali terlihat tumpang tindih.
2. Efek berpendar pada cahaya lampu (khususnya malam hari)
Ketika berkendara atau berjalan di malam hari, penderita mata silinder akan melihat cahaya lampu (lampu jalan atau lampu kendaraan) tampak berpendar, pecah, atau memanjang seperti garis-garis silau.
Kondisi ini sering kali membuat penderita merasa tidak aman saat berkendara di malam hari.
3. Mata cepat lelah dan tegang (eye strain)
Karena fokus cahaya yang masuk ke mata tidak seimbang, otot-otot di sekitar mata harus bekerja ekstra keras untuk menyesuaikan fokus agar objek terlihat jelas.
Akibatnya, mata akan terasa cepat lelah, perih, tegang, atau terasa berat, terutama setelah membaca buku, menatap layar komputer, atau bermain gawai dalam waktu lama.
4. Sering menyipitkan mata
Secara tidak sadar, orang yang memiliki mata silinder akan sering menyipitkan mata saat mencoba melihat suatu objek atau membaca tulisan.
Menyipitkan mata adalah refleks alami untuk membatasi cahaya yang masuk agar objek yang membayang bisa terlihat sedikit lebih fokus.
5. Sakit kepala di area kening atau sekitar mata
Ketegangan otot mata yang terjadi secara terus-menerus akibat memaksakan mata fokus akan menjalar ke saraf kepala.
Akibatnya, penderita seringkali mengeluhkan sakit kepala yang berulang, terutama di area dahi atau di belakang kelopak mata, setelah melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi visual tinggi.
6. Kesulitan membedakan huruf atau angka yang mirip
Penderita silinder sering kali salah membaca atau tertukar saat melihat karakter yang memiliki bentuk mirip.
Contohnya adalah kesulitan membedakan antara angka 3, 8, dan 0, atau huruf C, G, dan O, karena bagian lengkungannya tampak membayang dan menyatu.
Jika penglihatanmu terasa semakin buram secara tiba-tiba, sakit kepala terus-menerus memburuk, atau aktivitas sehari-harimu mulai terganggu meski sudah beristirahat cukup, segera konsultasi dengan pakarnya. 
HUKUM | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







