Pemerintahan Trump Kaji Pembentukan Badan Pengawas AI Independen
BeritaNasional.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah menjajaki rencana besar untuk membentuk badan pengatur independen.
Menurut laporan dari Bloomberg, lembaga baru ini akan bertugas khusus meninjau aspek keamanan dari model-model kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat.
Langkah ini mencuat setelah para petinggi teknologi di Silicon Valley menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kebijakan mendadak pemerintah AS baru-baru ini.
Kebijakan tersebut dinilai terlalu membatasi dan memperlambat adopsi sistem AI canggih di pasaran.
Gandeng Industri Teknologi, Adopsi Model FINRA
Berdasarkan informasi dari beberapa sumber, badan pengawas independen ini nantinya akan mengadopsi struktur yang mirip dengan Financial Industry Regulatory Authority (FINRA) dan berada di bawah naungan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).
Rencana strategis ini digodok bersama oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dan saat ini sedang ditinjau oleh Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles.
Meski demikian, sumber tersebut menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump sendiri belum meninjau proposal rencana ini secara langsung.
Dengan mekanisme baru ini, para pelaku industri AI akan diberikan ruang dan peran yang lebih besar untuk ikut merumuskan serta mengembangkan standar keamanan AI secara bersama-sama.
Tarik Ulur Keamanan Nasional dan Akses Model AI Canggih
Ketegangan antara pemerintah dan pengembang teknologi seputar keamanan nasional memang tengah hangat.
Sebagai contoh, pada akhir Juni lalu, pengembang AI terkemuka, Anthropic, mengumumkan bahwa pemerintah AS akhirnya memulihkan akses model AI terkuat mereka, Mythos 5, untuk beberapa lembaga keamanan AS.
Sebelumnya, akses terhadap model Mythos 5 dan Fable 5 milik Anthropic sempat diblokir ketat oleh pemerintah bagi kalangan asing dan instansi tertentu demi melindungi keamanan nasional.
Bagi pemerintahan Donald Trump, kecerdasan buatan merupakan pilar krusial dalam agenda besarnya. AI dinilai menjadi kunci utama untuk mempertahankan dominasi teknologi AS di kancah global, menjaga daya saing ekonomi, sekaligus memperkokoh keamanan nasional.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 13 jam yang lalu
PENDIDIKAN | 14 jam yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







