Apa Itu Cesium-137? Ketahui Bahaya dan Cara Kurangi Efek Paparan pada Tubuh

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 15 Oktober 2025 | 17:03 WIB
Ilustrasi zat Cesium-137. (Foto/Freepik)
Ilustrasi zat Cesium-137. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Cesium-137 atau sesium-137 menjadi perhatian dunia karena dampaknya yang serius terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Apalagi, baru-baru ini ramai munculnya isu paparan radiasi Cesium-137 (Cs-137) di kawasan industri Cikande, Serang, Banten.

Dilansir dari laman Alodokter, zat radioaktif ini bisa mencemari makanan, masuk ke tubuh manusia, dan memicu berbagai gangguan kesehatan mulai dari kerusakan organ hingga risiko kanker. Memahami bahaya dan cara mengurangi paparan cesium-137 adalah langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga.

Apa Itu Cesium-137?

Cesium-137 adalah isotop radioaktif hasil dari reaksi fisi nuklir, biasanya berasal dari pembangkit listrik tenaga nuklir atau insiden kebocoran radiasi. Zat ini memiliki waktu paruh sekitar 30 tahun, artinya cesium-137 bisa bertahan lama di lingkungan.

Ketika cesium-137 mencemari tanah dan air, zat ini akan terserap oleh tanaman dan hewan ternak. Akibatnya, manusia bisa terpapar radiasi melalui makanan yang dikonsumsi — baik dari hasil pertanian, susu, maupun daging yang berasal dari daerah terkontaminasi.

Dampak Paparan Cesium-137 terhadap Kesehatan

Paparan cesium-137 melalui makanan dapat menimbulkan berbagai efek berbahaya bagi tubuh, terutama jika terjadi secara terus-menerus. Berikut beberapa dampak utama yang perlu diwaspadai:

1. Meniru Fungsi Kalium di Tubuh

Cesium-137 memiliki sifat kimia mirip dengan kalium, mineral penting yang membantu fungsi sel dan otot. Karena kemiripan ini, tubuh dapat “tertipu” dan menyerap cesium-137 ke dalam jaringan, terutama otot, hati, dan ginjal. Setelah terserap, zat ini menyebar luas dan mulai memancarkan radiasi di dalam tubuh.

2. Kerusakan Jaringan dan Organ

Radiasi yang dihasilkan cesium-137 dapat merusak sel sehat dan jaringan tubuh, terutama pada organ yang menyimpan zat ini dalam jumlah tinggi. Efeknya meliputi peradangan, luka organ, gangguan sumsum tulang, dan kerusakan sistem pencernaan. Dalam paparan jangka panjang, risiko kerusakan organ menjadi lebih berat.

3. Risiko Kanker Meningkat

Radiasi dari cesium-137 dapat mengubah struktur DNA sel, memicu pertumbuhan sel abnormal yang berkembang menjadi kanker. Jenis kanker yang paling sering dikaitkan dengan paparan ini adalah leukemia (kanker darah) dan kanker tiroid. Anak-anak dan remaja memiliki risiko lebih tinggi karena sel-sel mereka masih aktif berkembang.

4. Efek Jangka Panjang dan Genetik

Paparan jangka panjang menyebabkan penumpukan radiasi dalam tubuh, menimbulkan dampak kronis seperti gangguan organ, melemahnya sistem imun, hingga perubahan genetik yang bisa diwariskan. Selain itu, akumulasi radiasi juga dapat mempercepat proses penuaan sel.

5. Dampak pada Ibu Hamil dan Anak

Kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan anak-anak memiliki risiko tertinggi terhadap dampak cesium-137. Pada ibu hamil, paparan dapat mengganggu perkembangan janin, meningkatkan risiko cacat lahir, dan kelahiran prematur. Sementara pada anak-anak, radiasi dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan otak, dan menambah risiko kanker di masa depan.

Batas Aman Paparan Cesium-137 di Makanan

Menurut standar internasional, batas aman cesium-137 pada bahan pangan adalah 1.200 becquerel per kilogram (Bq/kg). Konsumsi di atas batas ini secara terus-menerus bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan secara signifikan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan sumber makanan dan mengikuti pengawasan pangan dari otoritas resmi.

Cara Mengurangi Efek Paparan Cesium-137

Berikut beberapa langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko paparan cesium-137 melalui makanan:

- Hindari makanan dari sumber tidak jelas

Pastikan bahan pangan berasal dari wilayah yang aman dan tidak terpapar limbah radioaktif.

- Perbanyak minum air putih

Air membantu proses detoksifikasi alami tubuh, membuang zat berbahaya melalui urine dan keringat.

- Konsumsi makanan kaya antioksidan

Buah-buahan dan sayuran segar, seperti jeruk, tomat, dan bayam, membantu melawan radikal bebas akibat paparan radiasi.

- ikuti imbauan otoritas kesehatan

Perhatikan pengumuman resmi dari BPOM, Kementerian Kesehatan, atau BAPETEN mengenai keamanan pangan di wilayah Anda.

- Lakukan pemeriksaan kesehatan berkala

Deteksi dini dapat membantu mengidentifikasi dampak paparan radiasi sejak awal, terutama bagi yang tinggal di sekitar fasilitas nuklir.

Paparan cesium-137 merupakan ancaman nyata bagi kesehatan manusia, terutama jika terjadi secara berkelanjutan melalui rantai makanan. Namun, dengan meningkatkan kewaspadaan, mengonsumsi makanan dari sumber tepercaya, serta menjaga gaya hidup sehat, risiko tersebut dapat diminimalkan.

Jika Anda merasa pernah mengonsumsi makanan yang berpotensi tercemar atau mengalami gejala seperti mual, lemas, atau perubahan kulit, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

(Rep/Nissa)sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: