Panglima TNI Terima Kunjungan Mantan Gubernur Jenderal Australia, Ini yang Dibahas

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 30 Oktober 2025 | 19:18 WIB
Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, saat menerima courtesy call dari mantan Gubernur Jenderal Australia, Jenderal (Purn) David Hurley. (Foto/doc. TNI)
Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, saat menerima courtesy call dari mantan Gubernur Jenderal Australia, Jenderal (Purn) David Hurley. (Foto/doc. TNI)

BeritaNasional.com -  Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, menerima courtesy call dari mantan Gubernur Jenderal Australia, Jenderal (Purn) David Hurley, di Subden Mabes TNI, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

“Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan pertahanan antara Indonesia dan Australia yang semakin solid,” kata Kapuspen Mabes TNI, Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah, dalam keterangannya, Kamis (30/10/2025).

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas tindak lanjut komitmen implementasi Defense Cooperation Agreement (DCA) 2024.

Perjanjian tersebut mencakup peningkatan dialog strategis, latihan bersama, pertukaran informasi, serta kerja sama pendidikan dan pelatihan militer.

“Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan dukungan penuh TNI terhadap pelaksanaan DCA, termasuk peningkatan interoperabilitas melalui latihan bersama dan kolaborasi industri pertahanan,” jelasnya.

Pembahasan lainnya adalah rencana pengembangan latihan bersama di Morotai, Maluku Utara, dengan fokus penguatan angkatan udara antara Indonesia dan Australia di lokasi tersebut, yang memiliki fasilitas pangkalan yang memadai.

“Menyoroti rencana pengembangan Morotai, Maluku Utara, sebagai pusat latihan,” ujarnya.

Selain itu, Freddy menyampaikan bahwa Panglima TNI juga menyambut baik ketertarikan ADF untuk berpartisipasi dalam misi kemanusiaan di Gaza, sejalan dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia.

“Pertemuan ini menunjukkan semangat kedua negara untuk terus memperkuat kolaborasi pertahanan demi terciptanya kawasan Indo-Pasifik yang aman dan damai,” terangnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: