Prabowo Bertemu PM Albanese, Bahas Kerja Sama Ekonomi hingga Kemaritiman

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 12 November 2025 | 10:52 WIB
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan tête-à-tête (empat mata) dengan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese. (Foto/BPMI)
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan tête-à-tête (empat mata) dengan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan tête-à-tête (empat mata) dengan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese di Kirribilli House, Sydney, Rabu (12/11/2025). 

Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Australia untuk memperkuat hubungan kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.

Setibanya di Kirribilli House, Prabowo disambut langsung oleh PM Albanese di halaman depan kediaman resmi tersebut. 

Keduanya tampak berbincang hangat sebelum Prabowo menandatangani buku tamu kenegaraan sebagai bentuk penghormatan diplomatik.

Pertemuan empat mata itu berlangsung dalam suasana akrab namun produktif. Dalam format tertutup, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis yang menjadi kepentingan bersama, mulai dari kerja sama ekonomi dan pembangunan, hubungan antar masyarakat, hingga pertahanan, keamanan, dan kemaritiman.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperdalam kemitraan Indonesia-Australia dan memperkuat fondasi hubungan yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade.

Selain membahas peningkatan kerja sama bilateral, Prabowo dan PM Albanese juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik di tengah dinamika geopolitik global.

Keduanya sepakat mendorong penguatan kapasitas industri strategis serta memperluas kolaborasi dalam bidang pendidikan dan teknologi.

Sebagaimana diketahui, hubungan kedua negara sebelumnya ditingkatkan menjadi Comprehensive Strategic Partnership (CSP) pada 2018, setelah sebelumnya berada di level Comprehensive Partnership berdasarkan Joint Declaration on Comprehensive Partnership yang ditandatangani pada 5 April 2005.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Kirribilli House ini menjadi simbol komitmen Indonesia untuk terus membangun hubungan luar negeri yang sejajar dan saling menguntungkan.

Melalui dialog ini, kedua pemimpin diharapkan dapat membuka jalan bagi kerja sama yang lebih konkret di berbagai sektor strategis.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: