Perkuat Negara Palestina, Macron dan Abbas Bentuk Komite Bersama Prancis-Palestina

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 12 November 2025 | 12:21 WIB
Perkuat negara Palestina, Macron (kanan) dan Abbas (kiri) bentuk Komite Bersama Prancis-Palestina. (Foto/Instagram Emmanuel Macron)
Perkuat negara Palestina, Macron (kanan) dan Abbas (kiri) bentuk Komite Bersama Prancis-Palestina. (Foto/Instagram Emmanuel Macron)

BeritaNasional.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pembentukan komite bersama Prancis–Palestina guna menangani aspek hukum, konstitusional, dan kelembagaan dalam rangka memperkuat negara Palestina.

“Komite ini akan berkontribusi menyusun konstitusi baru berdasarkan rancangan yang diajukan Presiden Abbas, serta memenuhi seluruh prasyarat bagi terbentuknya Negara Palestina yang layak,” kata Macron dalam konferensi pers bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Paris, Prancis, Selasa (11/11/2025) kemarin. 

Macron menegaskan, Prancis dan mitra-mitranya di Eropa akan merespons keras bila Israel melanjutkan aneksasi sebagian atau seluruh wilayah Tepi Barat, baik secara hukum maupun de facto. Ia pun memperingatkan bahwa setiap bentuk aneksasi merupakan “garis merah.”

“Teror pemukim dan percepatan pembangunan permukiman telah mencapai rekor tertinggi, mengancam stabilitas Tepi Barat dan melanggar hukum internasional,” ujarnya, seraya menegaskan kembali komitmen Prancis terhadap solusi dua negara.

Ia menambahkan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza harus dilakukan dengan aman di bawah koordinasi PBB dan sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional. Prancis pun akan menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar 100 juta Euro untuk Gaza pada 2025, termasuk pengiriman makanan tambahan bagi anak-anak, obat-obatan, dan peralatan medis.

Kemudian, sambung dia, Paris juga akan berpartisipasi dalam Konferensi Rekonstruksi Kairo serta membantu pemulihan sektor kesehatan Gaza melalui kerja sama dengan Badan Pembangunan Prancis dan Komite Palang Merah Internasional.

Macron menekankan bahwa stabilisasi Gaza membutuhkan kehadiran kembali aparat keamanan Otoritas Palestina untuk menjaga ketertiban, dan menyatakan kesiapan Prancis memperkuat kapasitas keamanan Palestina melalui misi Uni Eropa dengan mengirim lebih dari 100 anggota gendarmerie Prancis.

Dalam kesempatan yang sama, Abbas menyampaikan apresiasi kepada Presiden AS Donald Trump serta berterima kasih kepada Mesir, Qatar, dan Turki atas upaya mereka menjaga gencatan senjata, memfasilitasi pertukaran sandera, dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.

“Kami menghargai upaya tanpa henti Mesir, Qatar, dan Turki dalam memperkuat gencatan senjata serta mendukung operasi kemanusiaan,” kata Abbas, seraya menambahkan bahwa 160 negara kini telah mengakui Palestina.

Abbas pun menyerukan agar negara-negara yang belum mengakui Palestina segera melakukannya, seraya menegaskan kembali bahwa Gaza merupakan bagian tak terpisahkan dari Negara Palestina di bawah kedaulatan Otoritas Palestina.

Dia menambahkan, kesiapan pihaknya bekerja sama dengan seluruh mitra internasional, termasuk AS dan Prancis, untuk melanjutkan upaya perdamaian dengan jaminan internasional yang jelas.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: