FIFA Luncurkan Operasi Digital Besar untuk Lawan Ujaran Kebencian

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 17 November 2025 | 03:01 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino (Foto/BPMI Pers)
Presiden FIFA Gianni Infantino (Foto/BPMI Pers)

BeritaNasional.com - Presiden FIFA Gianni Infantino mengirim pesan tegas pada peringatan Hari Toleransi Internasional, Minggu (16/11/2025). Melalui unggahan resminya, Infantino menekankan bahwa era bebas perundungan, ujaran kebencian, dan kekerasan daring dalam dunia sepak bola harus segera berakhir.

Infantino menyatakan bahwa FIFA tengah menjalankan “operasi digital terbesar” untuk melawan rasisme, perilaku kasar, dan perisakan yang menyerang pemain, pelatih, hingga ofisial di platform media sosial.

“Sepak bola harus menjadi ruang yang aman dan inklusif di lapangan, di tribun, dan juga di dunia daring,” tulisnya.

Ia menegaskan bahwa tindakan diskriminatif dan rasis tidak dapat ditoleransi. Menurutnya, sepak bola bukan hanya hiburan, melainkan ruang sosial yang harus dijaga bersama. Gerakan global ini dijalankan melalui Social Media Protection Service, sebuah teknologi pemantau tingkat lanjut yang menyisir konten bernada kekerasan di berbagai platform media sosial.

Sistem tersebut tidak hanya memantau, tetapi juga mendeteksi dan menandai konten berbahaya, serta meneruskan pelakunya kepada penegak hukum. FIFA bahkan memasukkan para pelaku ke dalam daftar hitam pembelian tiket turnamen internasional.

“Kami akan bekerja sama dengan asosiasi anggota, konfederasi, hingga aparat penegak hukum untuk memastikan setiap pelaku bertanggung jawab,” tegas Infantino.

Layanan perlindungan digital ini pertama kali diuji pada Piala Dunia Qatar 2022 dan kini tengah diperluas menjelang Piala Dunia 2026.

Sepanjang 2025, FIFA mencatat sejumlah dampak nyata dari operasi sibernya, di antaranya:
• lebih dari 30.000 unggahan kasar dilaporkan dalam setahun;
• 11 pelaku diteruskan ke penegak hukum;
• lebih dari 65.000 unggahan kasar ditindak sejak 2022;
• 2.401 akun dipantau di lima platform besar;
• 5,9 juta unggahan dianalisis oleh teknologi canggih;
• 1,79 juta unggahan ditandai untuk ditinjau lanjutan;
• dan 20.587 unggahan resmi dilaporkan untuk dihapus.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: