Sambut Kickoff Piala Dunia 2026, Gianni Infantino: Ini Momen untuk Satukan Dunia

Oleh: Tarmizi Hamdi
Kamis, 11 Juni 2026 | 18:30 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. (Foto/BPMI)
Presiden FIFA Gianni Infantino usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan Piala Dunia 2026 akan menjadi pergelaran sepak bola global terbesar yang siap mempersatukan bangsa-bangsa. 

Hal tersebut disampaikannya menjelang laga pembuka turnamen antara tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City.

Infantino menggambarkan turnamen yang digelar di tiga negara, Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, ini sebagai sebuah panggung kebahagiaan. Ia juga meminta semua pihak untuk mulai mengalihkan fokus pada aksi-aksi di atas lapangan hijau.

"Jika Anda ingin mengkritik saya, kritiklah saya. Tidak apa-apa," kata Infantino kepada wartawan. 

"Tetapi promosikan persatuan Piala Dunia, promosikan orang-orang untuk datang ke Piala Dunia, rasakan emosi yang pernah Anda rasakan ketika Anda masih kecil dan saya harap Anda masih bisa merasakannya sekarang karena kita ingin menyatukan dunia," katanya melalui siaran persnya yang dikutip pada Kamis (11/6/2026).

Pecahkan Rekor sebelum Kickoff

Infantino memaparkan bahwa edisi dengan format baru ini telah memecahkan berbagai rekor sejarah bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan. 

Antusiasme luar biasa terlihat dari penjualan tiket yang sudah menembus angka enam juta lembar. Selain itu, sebanyak 17.000 perwakilan media telah mengantongi akreditasi resmi di 16 kota penyelenggara.

Dengan partisipasi 48 tim dan total 104 pertandingan, Piala Dunia kali ini diperkirakan akan menyedot perhatian sekitar enam miliar penonton melalui layar kaca di seluruh penjuru bumi.

"Kami ingin menyelenggarakan Piala Dunia terbesar, terbaik, terhebat, dan paling inklusif dalam sejarah FIFA," tegas Infantino.

Bagi pria asal Swiss tersebut, suporter tetap menjadi urat nadi dari turnamen ini. Ia menekankan bahwa atmosfer magis Piala Dunia tidak hanya akan menggelegar di dalam stadion, melainkan meluas ke berbagai belahan dunia.

"Tentu saja, para penggemarlah yang membuat Piala Dunia menjadi seperti sekarang ini," katanya. 

"Akan ada jutaan orang lagi di zona penggemar, festival penggemar, pesta nonton bareng, tidak hanya di tiga negara tuan rumah tetapi di seluruh dunia," tambahnya.

Sepak Bola sebagai Jembatan Diplomasi

Salah satu bukti nyata kekuatan sepak bola dalam meruntuhkan sekat perbedaan adalah kepastian partisipasi Iran di turnamen ini, terlepas dari berbagai tantangan geopolitik yang ada.

"Ketika orang-orang mengatakan, 'Tidak mungkin Iran datang ke Piala Dunia,' saya memberi tahu mereka dan berjanji kepada mereka bahwa mereka akan datang," ungkap Infantino.

"Jika saya harus pergi ke Teheran dengan bus dan mengantar mereka ke sini, saya akan melakukannya. Saya sangat senang bahwa kami berhasil membawa Iran untuk datang dan bermain di Piala Dunia ini," tuturnya.

Di sela-sela persiapannya, FIFA juga mengumumkan langkah strategis dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama FIFPRO, selaku serikat pemain global.

Langkah ini diambil demi menyelaraskan visi antara badan pengatur, klub, liga, dan para aktor utama di lapangan.

"Ini kabar baik. Ini tentang persatuan, tentang menyatukan semua orang," tuturnya.

Infantino berharap pesta sepak bola sejagat yang akan berlangsung hingga 19 Juli mendatang ini bisa menjadi oase hiburan yang melepas seluruh beban penat masyarakat dunia lewat emosi murni sepak bola.

"Semua orang ini ingin menikmati momen kebahagiaan, momen di mana masalah sehari-hari mereka dapat dikesampingkan dan mereka dapat menikmati permainan," tandas Infantino.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: