Knicks Unggul 3-1 atas Spurs berkat Comeback Terbesar dalam Sejarah, Selangkah Lagi Juara NBA

Oleh: Tarmizi Hamdi
Kamis, 11 Juni 2026 | 15:35 WIB
Laga Finals NBA game 4 Knicks vs Spurs. (Foto/Instagram Knicks)
Laga Finals NBA game 4 Knicks vs Spurs. (Foto/Instagram Knicks)

BeritaNasional.com - New York Knicks berhasil mencatatkan rekor comeback dalam sejarah Finals NBA dengan bangkit dari ketertinggalan 29 poin untuk menumbangkan San Antonio Spurs 107-106 pada Game 4 di Madison Square Garden (MSG), Kamis (11/6/2026) pagi WIB.

Kemenangan dramatis ini membawa Knicks unggul 3-1 di Final NBA 2026. Kini, tim asuhan Mike Brown tersebut hanya butuh satu kemenangan lagi untuk menyudahi puasa gelar juara yang telah berlangsung sejak 1973.

Detik-detik Penentu Kemenangan

Saat laga menyisakan 1,2 detik, Jalen Brunson melepaskan tembakan tiga angka jarak jauh namun meleset. 

Di tengah ketegangan yang memuncak, OG Anunoby melompat menyambar bola pantulan dari bibir ring dan melesakkannya kembali menggunakan tangan kanan. Tip-in itu mengunci kemenangan legendaris Knicks.

“Saya memberi tahu OG bahwa dengan ukuran, kekuatan, dan keatletisannya yang luar biasa, dia harus menjadi monster dalam merebut rebound ofensif malam ini,” ujar pelatih Knicks, Mike Brown, pascapertandingan yang dikutip dari laman resmi NBA pada Kamis. 

“Saya tidak tahu apakah ada permainan yang lebih besar dari permainan lainnya dalam sejarah bola basket Knicks,” tambahnya.

Anunoby menyudahi laga dengan torehan 33 poin, sedangkan Jalen Brunson menjadi motor kebangkitan lewat gelontoran 36 poin. 

Di kubu seberang, megabintang muda Spurs, Victor Wembanyama, mengemas 24 poin dan 13 rebound, namun akurasi tembakannya diredam hingga hanya 9 dari 25 percobaan.

Pecahkan Rekor 18 Tahun Lalu

Sebelum malam bersejarah ini, rekor comeback terbesar di Final NBA dipegang oleh Boston Celtics yang bangkit dari defisit 24 poin saat melawan LA Lakers pada tahun 2008. Namun, Knicks melampaui rekor itu setelah sempat tertinggal jauh 52-81 dari Spurs di kuarter ketiga.

Spurs awalnya tampil kesetanan di babak pertama dengan melesakkan 11 dari 16 tembakan tiga angka pertama mereka. Akurasi tersebut membawa anak asuh Mitch Johnson sempat memimpin hingga 27 poin sebelum jeda.

Namun, skenario berubah total di paruh kedua. Pertahanan ketat Knicks membuat akurasi tripoin para pemain muda Spurs anjlok drastis (hanya masuk 3 dari 17 percobaan). Knicks menghajar Spurs dengan keunggulan poin 58-30 sepanjang babak kedua.

“Kami kewalahan. Kami melewatkan beberapa peluang,” aku pelatih Spurs, Mitch Johnson.

Atmosfer panas di dalam stadion tidak hanya dipicu oleh tensi pertandingan. Ketegangan merembet ke aspek fisik, di mana Wembanyama sempat mendapat sambutan provokatif dari publik MSG dan penjagaan super ketat dari lini bertahan Knicks. 

Mitchell Robinson dan Jose Alvarado bahkan harus diganjar flagrant foul akibat pelanggaran keras terhadap pemain asal Prancis tersebut.

Di luar lapangan, situasi sempat menegang akibat pembatasan ketat di sekitar arena menyusul kabar kehadiran sejumlah tokoh besar, termasuk Taylor Swift. 

Hal ini sempat membuat pihak Knicks membatalkan acara nonton bareng di luar gedung.

Namun, semua kekesalan itu sirna begitu bel akhir berbunyi. Lagu "Don't Stop Believin'" milik Journey menggema, dinyanyikan bersama oleh ribuan suporter Knicks yang histeris merayakan keajaiban. Bahkan legenda NBA yang kini menjadi analis, Charles Barkley, ikut takjub.

“Saya sudah menjadi bagian dari NBA selama 40 tahun mungkin lebih lama. Saya belum pernah mengalami apa yang saya alami malam ini,” kata Barkley.

Knicks kini berada di atas angin dengan tiga kesempatan untuk mengunci gelar juara. Game 5 yang krusial bagi kedua tim akan bergeser ke markas San Antonio Spurs pada Sabtu malam pekan ini.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: