Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi 4 Sekolah Rusak
BeritaNasional.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan akan segera melakukan rehabilitasi total terhadap bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang mengalami kerusakan. Pembangunan ulang sekolah tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah pada tahun 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran sebesar Rp48,1 miliar untuk membangun kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 11.
"Yang kita putuskan, sekolah tersebut adalah SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 ini. Anggarannya Rp48,1 miliar," ujar Pramono dikutip pada Senin (27/7/2026).
Selain SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Pemprov DKI juga memprioritaskan rehabilitasi sejumlah sekolah lain yang kondisinya dinilai memprihatinkan. Di antaranya SMAN 102 Jakarta dengan anggaran Rp67,5 miliar, SDN Cempaka Putih Barat 03 sebesar Rp48,4 miliar, serta SDN Papanggo 01 dan TKN Papanggo 01 dengan anggaran Rp74,1 miliar.
Pramono menjelaskan, total anggaran yang disiapkan untuk rehabilitasi sejumlah sekolah tersebut mencapai sekitar Rp249 miliar. Pembiayaan pembangunan akan bersumber dari APBD Perubahan serta skema pembiayaan kreatif lainnya, termasuk Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
"Di empat (sekolah) ini yang kemudian kita akan memulai pembangunannya. Besok akan dirapatkan kembali, akan ditunjuk tim teknisnya, siapa yang mengawasi, dan sebagainya," ucap Pramono.
Berdasarkan hasil inventarisasi Dinas Pendidikan DKI Jakarta, terdapat 22 sekolah yang direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi total. Awalnya, hanya tujuh sekolah yang telah dialokasikan dalam APBD 2026-2027.
Namun, melihat kondisi empat sekolah yang dinilai cukup mengkhawatirkan, Pemprov DKI memutuskan mempercepat proses pembangunan pada tahun ini.
"Kenapa terjadi ini? Karena ada pemotongan DBH, efisiensi, dan sebagainya. Sehingga dari 22 itu hanya tujuh yang kemudian akan segera dilakukan pembangunan," jelas dia.
Dengan penambahan empat sekolah tersebut, total sekolah yang akan langsung mendapatkan penanganan pada 2026 menjadi 11 sekolah. Sementara sekolah lainnya ditargetkan menyusul pada 2027.
Untuk SDN Kebayoran Lama Selatan 09, proses pembangunan akan diawali dengan tahapan administrasi penghapusbukuan aset gedung lama pada Agustus 2026. Pekerjaan konstruksi ditargetkan dimulai pada September 2026 dengan durasi pengerjaan sekitar 10 bulan.
"Mudah-mudahan apa yang menjadi kerisauan semua, termasuk saya pribadi, karena apa pun pendidikan buat saya adalah prioritas untuk dibangun di Jakarta ini, diperbaiki," tandas Pramono.
Selain mempercepat rehabilitasi, Pemprov DKI juga akan membentuk tim pengawas dan tim inventarisasi untuk mengevaluasi kondisi gedung-gedung sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sementara itu, proses kegiatan belajar mengajar siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 telah dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 sejak November 2024 agar aktivitas pembelajaran tetap berlangsung dengan aman. Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) juga akan dilibatkan untuk mendukung Dinas Pendidikan mulai dari tahap perencanaan, desain, pengadaan hingga pelaksanaan rehabilitasi gedung sekolah.
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 20 jam yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 16 jam yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu






