Sampah Jakarta Capai 9.059 Ton Per Hari, Pemprov DKI Ajak Warga Kurangi Sisa Makanan

Oleh: Lydia Fransisca
Jumat, 24 Juli 2026 | 18:18 WIB
Alat berat diterjunkan mengangkut gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. (Beritanasional/Oke Atmaja)
Alat berat diterjunkan mengangkut gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. (Beritanasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Pemprov DKI Jakarta meminta masyarakat mengurangi sisa makanan atau food waste guna menekan volume sampah yang dihasilkan setiap hari. 

Langkah itu dilakukan melalui Gerakan Warga Jakarta Bijak Pangan dan Gerakan Pilah Sampah.

Hampir separuh dari 9.059 ton sampah harian di Jakarta merupakan sampah organik yang didominasi sisa makanan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin mengatakan pengurangan sisa makanan dari rumah tangga maupun tempat usaha akan berdampak langsung terhadap berkurangnya beban pengelolaan sampah di ibu kota.

“Semakin sedikit makanan yang terbuang, semakin kecil pula volume sampah yang harus dikumpulkan, diangkut, dan diolah. Karena itu, pengurangan sisa makanan harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat Jakarta,” kata Dudi pada Jumat (24/7/2026).

Dudi menjelaskan bahwa masyarakat didorong untuk mulai merencanakan konsumsi, mencegah makanan terbuang, memanfaatkan bahan pangan yang masih layak, serta memilah sampah sejak dari rumah.

Ia menyebutkan Jakarta saat ini menghasilkan sekitar 9.059 ton sampah setiap hari dan hampir separuhnya merupakan sampah organik yang didominasi sisa makanan.

“Sampah sisa makanan yang terus meningkat memberikan beban besar terhadap sistem pengelolaan sampah perkotaan. Karena itu, pengurangannya harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari dalam mengelola pangan,” ujar Dudi.

Dudi menambahkan, gerakan tersebut dijalankan bersama Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) dengan melibatkan komunitas serta pelaku usaha sektor hotel, restoran, dan katering (HORECA) sebagai bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Executive Director IBCSD Indah Budiani mengatakan masyarakat dapat memulai perubahan dari kebiasaan sederhana di rumah agar sisa makanan tidak berakhir menjadi sampah.

“Masyarakat dapat menerapkan kebiasaan sederhana, seperti merencanakan belanja sesuai kebutuhan, menyimpan pangan dengan benar agar lebih tahan lama, mengolah kembali makanan yang masih layak, hingga menyalurkannya kepada mereka yang membutuhkan,” ucapnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: