Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan Urai Kemacetan Truk Cakung-Cilincing

Oleh: Lydia Fransisca
Jumat, 24 Juli 2026 | 18:07 WIB
Seseorang membantu mengatur lalu lintas kendaraan di salah satu ruas jalan yang macet akibat aktivitas angkutan peti kemas. (BeritaNasional/tangkapan layar)
Seseorang membantu mengatur lalu lintas kendaraan di salah satu ruas jalan yang macet akibat aktivitas angkutan peti kemas. (BeritaNasional/tangkapan layar)

BeritaNasional.com -  Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara menerapkan rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Cakung-Cilincing untuk mengurai kemacetan karena tingginya aktivitas angkutan peti kemas. 

Rekayasa lalu lintas dilakukan sejak dua hari terakhir dengan menempatkan personel di sejumlah titik rawan kepadatan.

Kepala Sudinhub Jakarta Utara Rudy Saptari Sulesuryana mengatakan, langkah tersebut mulai menunjukkan hasil dengan kembali lancarnya arus kendaraan di ruas jalan tersebut.

"Menyikapi kemacetan di ruas Jalan Cakung-Cilincing, sejak kemarin kami telah melakukan rekayasa lalu lintas, terutama pada jam sibuk," kata Rudy kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).

"Hingga pukul 19.00, arus kendaraan dari arah utara (Tanjung Priok) menuju selatan maupun sebaliknya terpantau kembali lancar," tambah dia.

Rekayasa lalu lintas dilakukan ketika volume kendaraan meningkat dengan menutup jalan sementara mulai pukul 16.30 WIB. 

Selain itu, petugas juga menutup sejumlah putaran balik (U-turn), termasuk di kawasan Babek TNI, Rorotan.

Setelah kondisi lalu lintas kembali normal, lanjut Rudy, titik putaran balik tersebut dibuka kembali. Namun, rekayasa lalu lintas akan kembali diterapkan apabila terjadi kepadatan.

"Setelah arus lalu lintas kembali normal, titik U-turn pun dibuka kembali. Kami akan lakukan pemantauan kembali hari ini. Jika kembali terjadi kepadatan, rekayasa lalu lintas secara situasional akan diberlakukan," terangnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kemacetan di Jalan Raya Cakung-Cilincing disebabkan ketidakseimbangan arus logistik di pelabuhan. 

Tingginya volume impor yang tidak diimbangi aktivitas ekspor memicu penumpukan peti kemas di pelabuhan maupun depo.

"Kondisi ini kemudian berdampak pada meningkatnya antrean panjang kendaraan truk di ruas jalan utama," ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, Sudinhub Jakarta Utara mengarahkan truk yang mengantre menuju depo untuk menunggu di Terminal Tanah Merdeka agar badan jalan tetap dapat dilalui kendaraan lain.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Sudinhub Jakarta Utara Yulza Romadhoni Putra mengatakan sebanyak 30 personel dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas di titik-titik rawan macet.

"Dua hari terakhir kami telah melakukan rekayasa lalu lintas dan hasilnya cukup positif terhadap kelancaran arus kendaraan," tukasnya. sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: