Wajib Verifikasi Wajah dan Fitur Chat Berbasis Usia, Roblox Perketat Keamanan Anak Mulai 2026

Oleh: Tarmizi Hamdi
Selasa, 18 November 2025 | 22:17 WIB
Roblox. (Foto/Istimewa)
Roblox. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Platform game populer Roblox segera menerapkan kebijakan keamanan yang jauh lebih ketat, termasuk mewajibkan verifikasi wajah bagi seluruh penggunanya. Langkah drastis ini diambil menyusul serangkaian tuntutan hukum dan investigasi terkait keselamatan anak di platform tersebut.

Dilansir dari TechCrunch pada Selasa (18/11/2025), perusahaan ini mengumumkan akan memberlakukan verifikasi usia wajib untuk mengakses fitur komunikasi (chat), yang akan berlaku penuh secara global mulai Januari 2026.

Selain verifikasi, Roblox memperkenalkan fitur obrolan berbasis usia, yang berarti pengguna hanya dapat berkomunikasi dengan orang lain yang berada dalam rentang kelompok usia yang sama.

Proses Bertahap Dimulai Desember

Meskipun persyaratan verifikasi wajib berlaku pada Januari 2026, pengguna sudah dapat memverifikasi usia mereka secara sukarela mulai Selasa (18/11/2025) untuk mengamankan akses ke fitur komunikasi.

Pada minggu pertama Desember, Roblox akan mulai memberlakukan pemeriksaan usia wajib di beberapa pasar tertentu, termasuk Australia, Belanda, dan Selandia Baru. Baru pada Januari, seluruh pengguna di seluruh dunia diwajibkan melakukan verifikasi usia agar dapat menggunakan fitur chat.

Kebijakan ini merupakan respons langsung terhadap berbagai gugatan hukum yang dilayangkan, termasuk dari jaksa agung Texas dan Louisiana. Tuntutan tersebut muncul setelah adanya laporan bahwa platform Roblox mengekspos pengguna muda pada risiko berbahaya, seperti konten seksual dan vulgar.

Mekanisme Verifikasi dan Penghapusan Data

Untuk proses verifikasi usia, pengguna harus membuka aplikasi Roblox, memberikan izin akses kamera, dan mengikuti serangkaian instruksi di layar untuk verifikasi wajah.

Roblox menjamin, setelah pemeriksaan usia selesai diproses, semua gambar atau video pengguna akan segera dihapus. Proses verifikasi ini dilakukan melalui vendor pihak ketiga, Persona, yang juga diwajibkan menghapus data gambar dan video setelah proses selesai.

Setelah verifikasi selesai, pengguna akan dimasukkan ke dalam salah satu dari enam kelompok usia: di bawah 9 tahun, 9–12 tahun, 13–15 tahun, 16–17 tahun, 18–20 tahun, dan 21 tahun ke atas.

Raj Bhatia, Wakil Presiden dan Kepala Produk Pengguna dan Penemuan Roblox, menjelaskan tujuan dari perubahan ini dalam pengarahan kepada wartawan pada Senin (17/11/2025).

"Kami melihat perubahan ini sebagai cara untuk membantu memastikan pengguna dapat bersosialisasi dengan orang lain dalam kelompok usia yang sesuai, tetapi juga membantu membatasi kontak antara anak di bawah umur dan orang dewasa yang tidak mereka kenal," kata Bhatia.

Ia mencontohkan, jika seseorang berusia 12 tahun, ia dapat mengobrol dengan pengguna hingga usia 15 tahun ke bawah (kelompok usia yang sama). Namun, semua pengguna berusia 16 tahun ke atas tidak akan dapat berkomunikasi dengan pengguna berusia 12 tahun tersebut.

Standar Keamanan Baru Industri Game

Perusahaan berargumen, persyaratan pemeriksaan usia baru ini memberikan cara yang jauh lebih akurat untuk memverifikasi usia pengguna, dibandingkan hanya mengandalkan tahun kelahiran yang diinput saat pendaftaran akun.

"Kami yakin ini adalah hal pertama bagi perusahaan seperti Roblox di dunia game, media sosial, dan perpesanan yang mewajibkan estimasi usia secara eksplisit sebelum siapa pun dapat mengakses komunikasi," ujar Matt Kaufman, Kepala Petugas Keamanan Roblox.

Selain itu, Roblox juga meluncurkan Pusat Keamanan baru yang akan menyediakan panduan dan alat bagi orang tua atau pengasuh, serta memungkinkan mereka mengatur Kontrol Orang Tua dengan lebih efektif.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: