Tiga Desa di Lumajang Terdampak Kenaikan Status Semeru, BNPB Pantau Situasi

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 19 November 2025 | 21:35 WIB
Situasi Gunung Semeru. (Foto/doc. BNPB)
Situasi Gunung Semeru. (Foto/doc. BNPB)

BeritaNasional.com -  Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan bahwa tiga desa di Kabupaten Lumajang terdampak kenaikan aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada Rabu malam (19/11/2025). Desa yang terimbas berada di dua kecamatan, yakni Desa Supit Urang dan Desa Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.

Sebelumnya, status Gunung Semeru meningkat cukup cepat. Dalam kurun satu jam, tingkat aktivitas naik dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB. Kenaikan drastis ini langsung dipantau BNPB, terutama berkaitan dengan potensi pengungsian dan dampak keselamatan warga.

Petugas BPBD Lumajang bersama unsur terkait telah bergerak mengevakuasi warga sejak sore. Dari laporan awal, sekitar 300 warga mengungsi sementara. Mereka tersebar di beberapa lokasi, seperti Balai Desa Oro-Oro Ombo dengan sekitar 200 jiwa dan SD 2 Supiturang yang menampung sekitar 100 jiwa. Sebagian warga juga dibawa menuju Balai Desa Penanggal, namun pendataan detail masih berlangsung di lapangan.

"Petugas BPBD yang dibantu unsur terkait telah mengevakuasi warga ke tempat pengungsian. Data sementara sebanyak 300 warga mengungsi sementara waktu di dua tempat," kata Muhari dalam keterangan resminya, Rabu (19/11/2025) malam.

Diketahui Gunung Semeru, yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, terpantau erupsi pada sekitar pukul 14.13 WIB. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), jarak luncur awan panas saat erupsi berada di bawah 13 km.

Secara visual, awan panas guguran tampak mengarah ke tenggara dan selatan dengan jarak luncur sekitar 13 km. Selain itu, terpantau satu kali awan panas dengan jangkauan kurang dari 13 km ke arah tenggara–selatan Besuk Kobokan.

Menyikapi peningkatan aktivitas, PVMBG mengeluarkan rekomendasi keselamatan. Masyarakat diminta untuk:

  • Menghindari seluruh aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 20 km dari puncak.
  • Di luar zona tersebut, warga juga diminta tidak mendekati tepi sungai dalam radius 500 meter karena berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar.
  • Tidak melakukan aktivitas dalam radius 8 km dari kawah atau puncak Semeru, mengingat ancaman lontaran material pijar.
  • Tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di Semeru, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Sat, Besuk Bang, dan Besuk Kembar.

PVMBG sebelumnya menaikkan status Semeru dari level II (Waspada) ke level III (Siaga) pukul 16.00 WIB. Namun satu jam kemudian, level aktivitas kembali naik ke level IV (Awas) karena peningkatan signifikan di puncak gunung.

Pemerintah Kabupaten Lumajang juga menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari, mulai 19–26 November 2025. Dengan penetapan ini, posko komando diharapkan segera aktif sehingga langkah penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: