Makanan Khas 38 Provinsi di Indonesia: Ada Bubur Pedas Sambas hingga Udang Selingkuh

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 20 November 2025 | 17:30 WIB
Ilustrasi udang selingkuh. (Foto/Freepik)
Ilustrasi udang selingkuh. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat luas, dan kekayaan tersebut tercermin kuat melalui kuliner khas dari setiap provinsinya.

Makanan tradisional tidak hanya menjadi santapan, tetapi juga bagian dari identitas, sejarah, hingga kearifan lokal masyarakat setempat.

Ada makanan yang diwariskan turun-temurun dari nenek moyang, ada pula yang berkembang sesuai kondisi alam dan sumber daya daerah.

Mulai dari olahan rempah Nusantara, hidangan berbahan ikan dari wilayah pesisir, hingga sajian berbahan sagu dari Indonesia Timur, semuanya memperlihatkan betapa kayanya khazanah kuliner bangsa.

Lewat makanan, kita bisa mengenal nilai-nilai tradisi, cara hidup masyarakat, bahkan latar belakang sejarah suatu daerah.

Berikut daftar lengkap 38 makanan khas provinsi di Indonesia dengan penjelasan lebih panjang, termasuk lokasi kuliner yang populer, kisaran harga, dan jam operasional.

1. Mie Aceh (Aceh)

Mie Aceh dikenal dengan kuah kari pedas dan aroma rempah yang sangat kuat. Ciri khasnya adalah penggunaan mie tebal yang disajikan bersama potongan daging, ayam, atau seafood. Makanan ini menggambarkan pengaruh kuat budaya Timur Tengah dan India yang dulu singgah di Aceh sebagai pintu masuk perdagangan internasional.

Lokasi: Pusat Kuliner Lampriet

Harga: Rp20.000–35.000

Jam: 10.00–22.00 WIB

2. Bikang Ambon (Sumatera Utara)

Kue ini bertekstur berserat seperti sarang lebah dengan rasa manis lembut. Walau bernama “Ambon”, kue ini berasal dari Medan dan sudah ada sejak masa kolonial. Teksturnya yang ringan membuatnya digemari sebagai camilan sore.

Lokasi: Pasar Petisah

Harga: Rp5.000–10.000

Jam: 07.00–17.00 WIB

3. Rendang (Sumatera Barat)

Salah satu makanan terlezat di dunia ini melalui proses memasak panjang hingga bumbunya meresap dan kuah mengering. Rendang menjadi bagian penting dalam adat Minangkabau, sering hadir di setiap upacara atau perjamuan.

Lokasi: Sentra Kuliner Pondok

Harga: Rp25.000–40.000

Jam: 09.00–21.00 WIB

4. Gulai Ikan Patin (Jambi)

Kuah gulainya berwarna cerah dengan perpaduan rasa gurih dan sedikit asam. Patin dipilih karena merupakan ikan air tawar yang banyak ditemukan di Sungai Batanghari.

Lokasi: Kawasan Angso Duo

Harga: Rp20.000–35.000

Jam: 08.00–20.00 WIB

5. Pendap (Bengkulu)

Pendap dibuat dari ikan yang dibumbui rempah khas Bengkulu lalu dibungkus daun talas. Daun talas memberi aroma unik sekaligus menjaga kelembapan ketika dimasak.

Lokasi: Pasar Panorama

Harga: Rp10.000–20.000

Jam: 07.00–17.00 WIB

6. Gulai Belacan (Riau)

Belacan atau terasi menjadi bintang utama yang memberi aroma kuat dan khas. Makanan ini mencerminkan kekayaan hasil laut Riau yang memang dikenal memiliki udang melimpah.

Lokasi: Kuliner Sukajadi

Harga: Rp25.000–50.000

Jam: 10.00–22.00 WIB

7. Otak-Otak Kepri (Kepulauan Riau)

Berbeda dari daerah lain, otak-otak Kepri dibungkus daun kelapa yang memberikan aroma wangi ketika dipanggang. Daging ikannya lebih padat dan gurih.

Lokasi: Coastal Area Tanjungpinang

Harga: Rp1.000–3.000

Jam: 15.00–23.00 WIB

8. Pempek (Sumatera Selatan)

Dibuat dari ikan dan tepung tapioka, pempek mencerminkan budaya maritim Palembang yang kaya ikan sungai. Kuah cuko pedas asam menjadi perpaduan sempurna.

Lokasi: Pempek 26 Ilir

Harga: Rp10.000–35.000

Jam: 09.00–21.00 WIB

9. Mi Bangka (Bangka Belitung)

Mi tipis dengan campuran ikan dan kuah kaldu bening ini menunjukkan kuatnya pengaruh kuliner Tionghoa di Bangka.

Lokasi: Sungailiat Food Street

Harga: Rp15.000–30.000

Jam: 08.00–20.00 WIB

10. Seruit (Lampung)

Makanan tradisional Lampung ini merupakan simbol kebersamaan masyarakat karena sering disajikan pada acara adat.

Lokasi: Kuliner Teluk Betung

Harga: Rp20.000–40.000

Jam: 10.00–22.00 WIB

11. Sate Bandeng (Banten)

Proses menghaluskan daging ikan lalu memasukkannya kembali ke dalam kulit bandeng membuat hidangan ini unik dan kaya cita rasa.

Lokasi: Serang Culinary Center

Harga: Rp15.000–35.000

Jam: 09.00–21.00 WIB

12. Kerak Telur (Jakarta)

Makanan ikonik Betawi ini dimasak dengan cara tradisional, menggunakan anglo. Teksturnya renyah di luar dan gurih di dalam.

Lokasi: Monas & Setu Babakan

Harga: Rp15.000–30.000

Jam: 10.00–20.00 WIB

13. Serabi (Jawa Barat)

Dibakar menggunakan tungku tanah liat, serabi menghadirkan rasa sederhana namun khas Sunda.

Lokasi: Sentra Serabi Bandung

Harga: Rp5.000–12.000

Jam: 09.00–19.00 WIB

14. Lumpia (Jawa Tengah)

Hidangan hasil akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa ini menggunakan rebung yang memberi rasa manis khas.

Lokasi: Gang Lombok

Harga: Rp12.000–25.000

Jam: 08.00–21.00 WIB

15. Gudeg (Yogyakarta)

Dimasak selama berjam-jam, gudeg menghadirkan cita rasa manis khas Jogja. Disajikan dengan sambal krecek, telur, dan ayam.

Lokasi: Wijilan

Harga: Rp20.000–35.000

Jam: 07.00–22.00 WIB

16. Rujak Cingur (Jawa Timur)

Petis udang menjadi elemen penting yang membuat rasanya kuat dan unik. Makanan ini merepresentasikan kekayaan kuliner Surabaya.

Lokasi: Sentra Cingur Surabaya

Harga: Rp15.000–30.000

Jam: 10.00–22.00 WIB

17. Ayam Betutu (Bali)

Rempah Bali yang aromatik membuat rasa Betutu sangat tajam. Biasanya disajikan pada upacara adat.

Lokasi: Denpasar Food Street

Harga: Rp35.000–70.000

Jam: 10.00–22.00 WITA

18. Ayam Taliwang (NTB)

Pedasnya kuat karena bumbunya terdiri dari cabai rawit dan terasi. Olahan ini lahir dari budaya Sasak.

Lokasi: Mataram Culinary Center

Harga: Rp25.000–50.000

Jam: 09.00–21.00 WITA

19. Catemak Jagung (NTT)

Hidangan sehat berisi jagung, labu, dan kacang-kacangan ini mencerminkan pola makan masyarakat NTT yang sederhana namun bergizi.

Lokasi: Pasar Inpres

Harga: Rp10.000–20.000

Jam: 07.00–17.00 WITA

20. Bubur Pedas Sambas (Kalbar)

Berisi banyak sayuran dan rempah, bubur ini dikenal sebagai makanan penghangat tubuh.

Lokasi: Pontianak Culinary Center

Harga: Rp10.000–25.000

Jam: 09.00–21.00 WIB

21. Juhu Singkah (Kalteng)

Dibuat dari umbut rotan muda, hidangan ini menunjukkan hubungan erat masyarakat Dayak dengan hasil hutan.

Lokasi: Pasar Besar

Harga: Rp12.000–30.000

Jam: 07.00–17.00 WIB

22. Soto Banjar (Kalsel)

Kuahnya bening dengan aroma rempah, menandakan pengaruh masakan Timur Tengah.

Lokasi: Martapura

Harga: Rp15.000–30.000

Jam: 08.00–21.00 WITA

23. Ayam Cincane (Kaltim)

Ayam berbumbu merah menyala ini sering disajikan saat acara adat dan pernikahan suku Kutai.

Lokasi: Tepian Mahakam

Harga: Rp20.000–45.000

Jam: 10.00–22.00 WITA

24. Kepiting Soka (Kalut)

Kelembutan cangkang mudanya membuat kepiting ini populer sebagai kuliner seafood premium.

Lokasi: Tarakan Seafood

Harga: Rp35.000–90.000

Jam: 10.00–23.00 WITA

25. Sup Konro (Sulsel)

Daging iga besar dengan kuah hitam pekat memberikan rasa gurih kuat. Konro lahir dari budaya Bugis-Makassar.

Lokasi: Losari

Harga: Rp25.000–60.000

Jam: 10.00–23.00 WITA

26. Ikan Jantung Pisang (Sulteng)

Perpaduan bahan sederhana ini membuat rasanya segar dan unik.

Lokasi: Palu Nomoni

Harga: Rp15.000–35.000

Jam: 09.00–21.00 WITA

27. Lapa-Lapa (Sultra)

Terbuat dari beras yang dimasak dengan santan, biasanya disajikan dengan ikan bakar.

Lokasi: Kendari

Harga: Rp5.000–15.000

Jam: 08.00–20.00 WITA

28. Binte Biluhuta (Gorontalo)

Sup jagung yang menyatukan unsur laut (udang), darat (jagung), dan rasa asam segar dari jeruk.

Lokasi: Kota Gorontalo

Harga: Rp15.000–30.000

Jam: 09.00–21.00 WITA

29. Tinutuan (Sulut)

Bubur sehat tanpa daging, cocok untuk sarapan. Jadi ikon Kota Manado.

Lokasi: Wakeke Street

Harga: Rp10.000–20.000

Jam: 06.00–14.00 WITA

30. Bolu Paranggi (Sulbar)

Kue kecil bertekstur lembut dengan rasa manis ringan, sering dijadikan oleh-oleh.

Lokasi: Pasar Baru

Harga: Rp3.000–8.000

Jam: 07.00–17.00 WITA

31. Ikan Asar (Maluku)

Ikan diasapi hingga mengeluarkan aroma khas dan tahan lama. Sangat cocok untuk masyarakat pesisir.

Lokasi: Pasar Mardika

Harga: Rp20.000–50.000

Jam: 07.00–17.00 WIT

32. Gohu Ikan (Maluku Utara)

Mirip sashimi tetapi dibumbui jeruk, sambal, dan kemangi. Sangat segar dan ringan.

Lokasi: Ternate

Harga: Rp20.000–40.000

Jam: 10.00–22.00 WIT

33. Ikan Bakar Manokwari (Papua Barat)

Ciri khas utamanya adalah sambal mentah pedas khas Manokwari.

Lokasi: Manokwari Center

Harga: Rp25.000–60.000

Jam: 10.00–22.00 WIT

34. Kue Sagu (Papua Tengah)

Sagu menjadi makanan pokok masyarakat Papua, dan kue ini menjadi bentuk olahan manisnya.

Lokasi: Nabire Market

Harga: Rp5.000–10.000

Jam: 07.00–16.00 WIT

35. Papeda (Papua)

Bubur sagu lengket yang disantap dengan ikan kuah kuning menjadi ikon kuliner Papua.

Lokasi: Jayapura

Harga: Rp20.000–40.000

Jam: 10.00–22.00 WIT

36. Aunu Senebere (Papua Selatan)

Menggunakan ikan teri dan daun talas, mencerminkan penggunaan bahan lokal yang mudah ditemukan.

Lokasi: Merauke Market

Harga: Rp10.000–25.000

Jam: 07.00–16.00 WIT

37. Cacing Laut Insonem (Papua Barat Daya)

Diolah dengan cara digoreng atau dibumbui pedas, makanan ini terkenal sebagai sumber protein tinggi.

Lokasi: Sorong Seafood

Harga: Rp25.000–50.000

Jam: 10.00–21.00 WIT

38. Udang Selingkuh (Papua Pegunungan)

Udang bercapit besar yang mirip kepiting ini hanya ditemukan di danau dan sungai pegunungan Papua.

Lokasi: Wamena Culinary Street

Harga: Rp30.000–70.000

Jam: 10.00–21.00 WIT

Keanekaragaman kuliner Indonesia bukan hanya sekadar warisan rasa, melainkan juga cerminan budaya, sejarah, dan tradisi setiap daerah.

Setiap makanan membawa cerita: ada yang berasal dari kebiasaan masyarakat pesisir, ada yang lahir karena tradisi adat, dan ada pula yang berkembang melalui akulturasi budaya.

Dengan mengenal makanan khas dari 38 provinsi, kita bisa melihat kekayaan kuliner Nusantara dari perspektif yang lebih luas dan mendalam.

Informasi seperti lokasi, harga, dan jam operasional memberikan gambaran yang lebih lengkap bagi siapa pun yang ingin menjelajahi kuliner Indonesia. Semakin kita mengenal setiap hidangan, semakin besar rasa bangga dan dorongan untuk melestarikannya.

(Rep/Novia Amelia)sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: