Kemenhaj Jamin Konsumsi Jemaah Haji Selama Puncak Ibadah Aman dan Tepat Waktu

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 17 Mei 2026 | 18:00 WIB
Jemaah Haji asal Indonesia. (Foto/Kemenhaj)
Jemaah Haji asal Indonesia. (Foto/Kemenhaj)

BeritaNasional.com - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan makanan siap santap atau ready to eat (RTE) untuk jemaah haji Indonesia selama puncak ibadah haji telah tersedia. Setiap jemaah akan menerima 15 porsi makanan bercita rasa nusantara selama pelaksanaan puncak haji di Arab Saudi.

Kepastian itu disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kementerian Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, usai rapat dengan penyedia layanan konsumsi di Makkah terkait penyediaan makanan RTE bagi jemaah haji Indonesia. Rapat tersebut berlangsung pada Jumat (15/5/2026) malam di Makkah, Arab Saudi.

Jaenal menjelaskan, dapur-dapur penyedia konsumsi di Makkah akan memasok makanan pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah 1447 H atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026. Kementerian Haji dan Umrah juga melakukan pengecekan rutin guna memastikan distribusi makanan siap santap ke seluruh hotel jemaah Indonesia dapat berjalan lancar pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026.

"Dari dapur [paket makanan siap santap] akan didistribusikan ke seluruh hotel yang ada. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, sehingga jemaah kita bisa tenang dalam melakukan ibadah. Masih ada sampai tanggal 6 [Dzulhijjah] nanti untuk menyiapkan segala sesuatunya," ujar Jaenal dikutip dari laman Kemenhaj, Minggu (17/5/2026).

Rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) akan dimulai pada 8 Dzulhijjah 1447 H atau Senin, 25 Mei 2026. Pada hari tersebut, jemaah mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Selama periode 8 Dzulhijjah siang hingga 13 Dzulhijjah pagi, konsumsi jemaah yang berada di Arafah hingga Mina akan disediakan oleh pihak syarikah atau perusahaan penyelenggara layanan haji di Arab Saudi, yakni Rakeen Mashariq dan Albait Guest. Setelah jemaah kembali ke hotel di Makkah, konsumsi kembali disediakan oleh dapur-dapur di Makkah.

"Ini [makanan yang disediakan syarikah] sudah selesai, sudah siap untuk didistribusikan," ujar Jaenal.

Jaenal juga mengungkapkan sejumlah menu yang akan disajikan kepada jemaah haji Indonesia selama puncak ibadah haji. Menu yang disiapkan dipastikan memiliki cita rasa khas Indonesia untuk mengobati kerinduan jemaah terhadap masakan Tanah Air.

"Menunya tentu cita rasa Indonesia, khas. Ada rendang, ada telurnya, macam-macam," ujarnya.

Menurut Jaenal, menu bercita rasa nusantara tersebut sudah disajikan sejak awal jemaah menerima konsumsi di hotel.

Kementerian Haji dan Umrah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga memastikan kualitas menu nusantara tetap terjaga dengan memantau bahan baku hingga keterlibatan juru masak asal Indonesia di dapur penyedia konsumsi.

"Sampai hari ini, tiga hal [poin utama bagi para dapur] sudah dipenuhi, yakni cita rasa Indonesia bagus, gramasi bagus, dan on time dalam delivery [ke hotel-hotel jemaah haji]," ujar Jaenal.

Ia menambahkan, Kementerian Haji dan Umrah akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi dengan mengunjungi langsung dapur-dapur penyedia konsumsi jemaah haji. Pengawasan tersebut dilakukan sebagai bentuk profesionalitas dalam pelaksanaan kontrak dengan penyedia layanan konsumsi.

"Karena ini tahun pertama penyelenggaraan ibadah haji oleh Kemenhaj, mohon agar solid," pungkas Jaenal.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: