Banjir Landa Gaza, PBB Ungkap Kondisi Warga Palestina Memprihatinkan
BeritaNasional.com - Empat hari setelah hujan lebat melanda Jalur Gaza dan menyebabkan banjir parah. Kondisi hidup warga Palestina dilaporkan berada dalam situasi yang sangat memprihatinkan.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Kamis (20/11/2025) menyatakan bahwa upaya bantuan yang dilakukan PBB dan mitra kemanusiaan masih belum cukup untuk mengatasi dampak bencana ini.
OCHA mencatat, badai hujan yang terjadi pada Jumat pekan lalu telah berdampak pada lebih dari 18.600 rumah tangga. Ribuan orang dilaporkan kehilangan tempat tinggal atau kembali harus mengungsi.
"Jumlah ini terus meningkat seiring mitra menyelesaikan penilaian tambahan untuk mengukur tingkat kerusakan yang disebabkan oleh badai," ungkapnya yang dikutip dari Xinhua News pada Kamis.
Menjelang Musim Dingin, Bantuan Tempat Tinggal Mendesak
Dengan mendekatnya musim dingin, kebutuhan akan tempat penampungan yang layak menjadi semakin mendesak.
Mitra OCHA memperingatkan bahwa volume bantuan yang masuk ke Gaza tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan besar masyarakat.
Sejak pasokan tempat berlindung diizinkan masuk kembali pada September lalu, PBB dan mitranya telah mendatangkan:
60.000 tenda
346.000 terpal
309.000 perlengkapan tidur
Meskipun demikian, ratusan ribu orang masih membutuhkan dukungan tempat berlindung segera.
Sebagai bagian dari respons musim dingin, 48.000 perlengkapan pakaian musim dingin anak-anak juga telah didistribusikan di seluruh wilayah Gaza sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober.
Sanitasi dan Malnutrisi Jadi Ancaman Serius
Selain tempat tinggal, krisis sanitasi di Gaza juga menjadi sorotan utama.
OCHA melaporkan bahwa mereka telah mendistribusikan popok, handuk, jeriken, dan barang-barang kebersihan penting lainnya untuk 400.000 orang selama dua hari terakhir. Namun, kondisi sanitasi dan kebersihan di Gaza dinilai sangat memprihatinkan.
Ini disebabkan oleh rusaknya infrastruktur air limbah secara meluas akibat konflik selama dua tahun.
Kolam sampah Sheikh Radwan, misalnya, berisiko meluap akibat hujan, memaksa mitra kemanusiaan hanya bisa memberikan solusi jangka pendek berupa pembuangan limbah ke laut.
"Sistem sanitasi Gaza yang buruk membahayakan kesehatan masyarakat, termasuk meningkatnya ancaman penyebaran infeksi bakteri melalui kontak dengan limbah atau air yang terkontaminasi," tegas OCHA.
Di sisi nutrisi, meskipun ada sedikit penurunan bertahap dalam kasus malnutrisi yang dirawat (9.280 kasus pada Oktober, turun dari 11.740 pada September), angka tersebut masih hampir empat kali lebih tinggi dibandingkan data Januari.
Seruan Pembukaan Akses Bantuan
OCHA terus menyerukan agar barang-barang yang saat ini dilarang masuk ke Gaza, termasuk peralatan untuk merehabilitasi infrastruktur vital, segera diizinkan masuk.
Selain itu, OCHA kembali menegaskan perlunya organisasi nonpemerintah diizinkan membawa bantuan, serta mendesak pembukaan penyeberangan dan rute tambahan agar PBB dan mitranya dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan dengan lebih cepat dan efisien.
PERISTIWA | 23 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







