Nicki Minaj Bicara tentang Gangguan Kebebasan Beragama di Nigeria

Oleh: Kiswondari
Kamis, 20 November 2025 | 19:17 WIB
Nicki Minaj bicara tentang gangguan kebebasan beragama di Nigeria. (Foto/Instagram Amanda Chisom)
Nicki Minaj bicara tentang gangguan kebebasan beragama di Nigeria. (Foto/Instagram Amanda Chisom)

BeritaNasional.com - Rapper asal Amerika Serikat (AS) Tanya Maraj atau dikenal sebagai Nicki Minaj mendukung advokasi diplomatik para pemimpin agama di Nigeria dan penyintas kekerasan dalam pertemuan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, AS.

Minaj menegaskan, keputusannya untuk menyuarakan dukungan didasarkan oleh kepentingan kemanusiaan yang lebih besar, yaitu menghentikan kekerasan yang diklaim telah terjadi di Nigeria.

"Tidak ada kelompok yang boleh dianiaya karena menjalankan agamanya... Dan kita tidak harus berbagi keyakinan yang sama agar kita saling menghormati," kata Minaj, dilansir dari News Nation, Kamis (20/11/2025).

Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Misi Permanen Amerika Serikat untuk PBB (USUN). Minaj diundang berbicara oleh Duta Besar AS Mike Waltz. Acara ini bertujuan untuk mendesak komunitas internasional agar mengambil tindakan nyata untuk memastikan isu gangguan kebebasan dalam beragama di Nigeria.

Pidato Minaj muncul setelah Trump mengungkapkan bahwa ia sedang mempersiapkan aksi militer di Nigeria, yang mana ia mengklaim ada "ancaman eksistensial" terhadap agama Kristen, menurut Associated Press yang dilansir dari People.

Sebelumnya, Minaj juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump atas perhatian pemerintah negara tersebut terhadap situasi komunitas Kristen di Nigeria.

Namun, berdasarkan laporan News Nation, sebelumnya Bloomberg melaporkan kabar bahwa "kekerasan di Nigeria secara khusus ditujukan kepada orang Kristen" adalah klaim menyesatkan.

Data dari Januari 2020 hingga September 2025 mencatat bahwa dari lima persen serangan terhadap sipil yang bermotif agama di Nigeria, sebanyak 417 Muslim dan 317 Kristen menjadi korban meninggal.

Laporan tersebut menyimpulkan ekstremis di Nigeria telah membunuh Muslim dan Kristen.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: