Cegah Inflasi Akibat MBG, Pemerintah Genjot Kemandirian Pangan

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Jumat, 21 November 2025 | 06:02 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang. (SinPo.id/dok. BGN)
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang. (SinPo.id/dok. BGN)

BeritaNasional.com -  Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyampaikan kebutuhan bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat besar, mulai dari susu, kedelai, sayuran, sehingga butuh koordinasi lintas kementerian demi mencegah inflasi. Ia tidak ingin karena MBG harga bahan pangan meningkat dan pasti berdampak besar di masyarakat. 

Oleh karena itu pemerintah merupaya menyiapkan kemandirian pangan demi memastikan pasokan bahan baku MBG tetap aman tanpa memicu inflasi.

“Kami tidak ingin karena ada MBG, harga bahan makanan naik dan masyarakat yang kena dampaknya,” ujarnya, Kamis (20/11/2025)

Menurutnya langkah pemerintah sanga konret, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan produksi dalam negeri, khususnya komoditas susu yang kini mulai sulit diperoleh petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pemerintah menyiapkan pembangunan peternakan sapi perah terintegrasi dengan target produksi 3 juta liter per hari untuk memenuhi kebutuhan MBG sekaligus konsumsi nasional.

Selain susu sapi produksi susu kedelai juga akan ditingkatkan untuk kebutuhan bahan baku di dapur MBG.

Sedangkan untuk kebutuhan sayuran Menteri ATR/BPN Nusron Wahid akan membuka lahan-lahan baru. Kedelai yang selama ini bergantung pada impor, akan mulai dibudidayakan secara masif.

"Kebutuhan kedelai sangat besar karena dapur MBG mengolah 200–300 kilogram tahu atau tempe per hari, per dapur. Itu juga nanti kalau kita tidak tanam kedelai sendiri, mungkin akan kekurangan juga. Kita ini baru 50% untuk MBG-nya,” kata Nanik.

Ia juga menerangkan langkah pemerintah bukan sekadar antisipasi, melainkan operasi langsung ke lapangan.

“Jadi, malam ini sudah bergerak, bukan antisipasi, ini langsung dikerjakan," ucapnya.

Pemerintah juga menyiapkan sistem terintegrasi mulai dari pakan ternak hingga peternakan di lahan 500 ribu hektare, dengan 200 ribu hektare di Jawa dan sisanya di luar Jawa. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: