Apa Itu Fomo? Pahami dan Kenali Gejalanya
BeritaNasional.com - Pernah mendengar kata fomo? Bagi generasi sekarang kata tersebut tidak asing bahkan tidak sekadar jadi perbincangan fomo juga jadi perilaku yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Fear of Missing Out (FOMO) merupakan fenomena psikologis yang semakin marak di kehidupan serba modern seperti sekarang ini.
Kondisi ini menggambarkan ketakutan melewatkan momen, pengalaman atau aktivitas yang sedang terjadi atau populer di lingkungannya.
Pada umumnya, FOMO rentan menimpa kalangan anak muda, tetapi tidak menutup kemungkinan orang yang lebih tua mengalaminya.
Sayangnya fenomena FOMO seringkali menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mental seseorang. Yuk kenali diri kita apakah kita fomo atau tidak.
Apa Itu FOMO?
Tak sedikit orang yang bertanya apa itu fomo? FOMO adalah singkatan dari “Fear of Missing Out” atau takut ketinggalan.
Kondisi ini terjadi ketika seseorang merasa cemas atau khawatir melewatkan pengalaman, acara, atau aktivitas yang sedang terjadi di sekitarnya.
Melansir laman Halodoc, ada sejumlah hal yang bisa membuat seseorang merasa FOMO. Misalnya, seperti paparan terhadap kehidupan sosial melalui media sosial atau cerita dari teman-teman, yang membuat seseorang merasa tertinggal atau kurang berpartisipasi.
FOMO tidak hanya terbatas pada kehidupan sosial secara langsung, tetapi juga dapat terjadi dalam berbagai konteks, termasuk pekerjaan, pendidikan, dan hobi.
Orang yang FOMO akan terus-menerus merasa perlu terlibat dalam segala hal agar tidak kehilangan momen atau peluang penting.
Gejala FOMO
Tidak sulit untuk mengidentifikasi orang yang mengalami FOMO. Ciri-cirinya, antara lain:
1. Menggunakan sosial media secara berlebihan
Seseorang yang mengalami FOMO cenderung tenggelam dalam dunia media sosial, dengan harapan menemukan apa yang sedang terjadi dalam kehidupan orang lain.
Mereka mungkin merasa takut untuk melewatkan momen yang sedang populer atau kejadian sosial yang dianggap penting.
Aktivitas seperti “scrolling” tanpa henti di platform-platform media sosial bisa menjadi cara untuk mengatasi kecemasannya.
Padahal, dunia maya bukanlah kehidupan sebenarnya yang justru bisa mengecoh pikiran dan menghambat kemampuan seseorang untuk benar-benar menikmati momen di dunia nyata.
2. Takut ditolak dan dikucilkan
FOMO juga sering dipicu oleh rasa takut ditolak dan dikucilkan dari kelompok sosial.
Itu mengapa, mereka yang mengalaminya merasa perlu untuk selalu up to date demi bisa diterima oleh suatu kelompok.
Mereka juga takut jika tidak aktif atau terlibat dalam setiap acara membuatnya diabaikan oleh lingkungannya.
Kondisi ini dapat membentuk sikap ekstrem di mana pengidapnya tidak hanya terlibat dalam kegiatan yang diinginkan, tetapi juga terlibat dalam kegiatan yang sebenarnya tidak sesuai dengan minat atau kebutuhan mereka.
3. Terlalu berkomitmen
Berkomitmen memang baik dan menandakan bahwa kamu punya pendirian dan bertanggung jawab. Akan tetapi, terlalu berkomitmen juga bisa menguras energi fisik dan mental.
Sayangnya, orang yang FOMO cenderung terlalu berkomitmen pada berbagai aktivitas atau acara supaya tidak ketinggalan.
Mereka bisa merasa bahwa terlibat dalam banyak hal adalah cara untuk mengamankan peluang dan pengalaman hidup.
Akan tetapi, kelelahan karena terlalu berkomitmen ini dapat mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan dan bahkan dapat membahayakan kesehatan jangka panjang.
Jika kamu merasa sering FOMO, begini Cara Tepat dan Aman untuk Terhindar dari FOMO yang bisa kamu coba.
4. Merasa tidak puas
Meskipun terlibat dalam berbagai kegiatan, pengidap kondisi ini seringnya tidak pernah merasa puas.
Mereka selalu mencari sensasi baru, pengalaman yang lebih menarik, atau momen yang lebih seru.
Alhasil, mereka tidak dapat menikmati momen saat ini karena selalu berpikir tentang apa yang mungkin terjadi di tempat lain.
FOMO dapat menciptakan siklus tanpa ujung di mana kepuasan selalu tertunda karena keinginan terus-menerus menggebu-gebu untuk mencari yang lebih baik.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







