Kata Ratu Hemas soal Maraknya Bullying, Tekankan Pentingnya Anak Sadar Hukum

Oleh: Kiswondari
Senin, 24 November 2025 | 06:56 WIB
Kata Ratu Hemas soal maraknya bullying, tekankan pentingnya anak sadar hukum. (Foto/DPD RI)
Kata Ratu Hemas soal maraknya bullying, tekankan pentingnya anak sadar hukum. (Foto/DPD RI)

BeritaNasional.com - Maraknya kasus bullying atau perundungan di sekolah yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa di Tanah Air telah menjadi keprihatinan semua pihak, tak terkecuali Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas. Selain melihat kurangnya pendidikan budi pekerti, ia pun menekankan pentingnya anak yang sadar hukum atas dampak dari perilaku bullying itu.

"Sebenarnya bullying itu, sejak awal kita telah melihat bahwa sekolah-sekolah itu masih kurangnya pendidikan budi pekerti. Itu pertama ya, jadi memang dari sistem pendidikannya sudah sangat berbeda dari yang dulu," kata Hemas kepada wartawan di sela-sela acara DPD RI di Bandung, dikutip Senin (24/11/2025). 

"Jadi mereka itu mulai melakukan kekerasan," imbuhnya.

Kemudian, kata Hemas, ada juga pengaruh dari pendidikan di dalam rumah, yang mana terkadang terjadi pertengkaran antara ibu dan bapak, atau adik dengan kakak, yang kemudian disaksikan dan dicontoh.

"Pengaruh dari pendidikan di dalam rumah. Kadang-kadang terjadi kekerasan di rumah, antara ibu dan bapak, antara kakak dan adik. Saya kira ini juga secara psikologis itu dilakukan dan dia bisa lakukan kepada temannya," ujarnya.

Menurut istri Sri Sultan Hamengkubowono X itu, masalah bullying ini sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah saat ini. Mulai dari pendampingan korban hingga cara pencegahannya dengan membuat anak-anak lebih sadar akan hukum atas perbuatan bullying itu.

"Bagaimana sekarang tingkat pengentasannya adalah kita harus mendampingi para korban," terang Hemas.

"Dan sudah mulai ke psikolog, anak-anak harus diberikan suatu pelajaran khusus untuk bagaimana melakukan kekerasan itu ada tindak pidananya, itu paling penting. Jadi biar mereka sadar hukum, sadar akan hukuman," tegasnya. 

Terkait pentingnya pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) seperti era Orde Baru, menurur Hemas, susah seharusnya PMP dihidupkan kembali, karena absennya pendidikan budi pekerto dalam sistem pendidikan inilah yang membuat bullying marak, di samping adanya pengaruh keluarga dan lingkungan.

"Ya, harus, harus (ada PMP). Jadi itu memang sistem pendidikan yang sudah hilang beberapa tahun ini, itu mengakibatkan ini sedangkan lingkungan ikut mempengaruhi juga," ujarnya.

"Saya tidak bisa mempersalahkan orang tuanya, kemudian lingkungan di dalam kampungnya. Lingkungan sekecil apapun yang mempengaruhi itu yang bertanggung jawab adalah lingkungan," tambah Hemas.

Terkait pengaruh media sosial (medsos), Hemas pun tak menampik itu. Apalagi faktanya, banyak konten buruk yang terus diduplikasi sehingga tak ada habisnya.

"Kalau aku enggak berani ngomong, karena kalau dihapus, dia akan ada lagi ada lagi," tandas Hemas.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: