Siapa Ratu Máxima? Ini Biodata, Silsilah, dan Jadwal Kunjungannya ke Indonesia
BeritaNasional.com - Ratu Belanda, Máxima Zorreguieta, melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada 24–27 November 2025. Ia tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Senin (24/11/2025) malam dan mendapat sambutan pasukan jajar kehormatan.
Meski berstatus sebagai Ratu Belanda, lawatan Máxima kali ini tidak terkait urusan kerajaan. Kunjungannya dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keuangan Inklusif dalam Pembangunan (UNSGSA), sebuah peran yang diembannya sejak 2009.
Kehadirannya kembali menarik perhatian publik Indonesia, terutama terkait profil, silsilah keluarga, dan perjalanan hidupnya hingga menjadi permaisuri Raja Willem-Alexander. Berikut rangkuman lengkapnya.
Profil dan Silsilah Ratu Máxima
Ratu Máxima memiliki nama lengkap Máxima Zorreguieta, yang setelah menikah bergelar Baginda Permaisuri Máxima, Putri Belanda, Putri Oranye-Nassau. Ia lahir di Buenos Aires, Argentina, pada 17 Mei 1971, dan menghabiskan masa kecil di kawasan elit Recoleta. Máxima memegang dua kewarganegaraan: Argentina dan Belanda.
Asal Usul Keluarga
Máxima merupakan putri dari pasangan Jorge Zorreguieta (1928–2017) dan María del Carmen Cerruti Carricart (lahir 1944). Ia memiliki tiga saudara kandung serta tiga saudara tiri dari pernikahan pertama ayahnya.
Nama keluarga Zorreguieta berasal dari wilayah Basque, Spanyol–Prancis. Leluhur mereka pindah ke Argentina sekitar tahun 1790 melalui José Antonio Sorreguieta y Oyarzábal Gamboa y Sagastume.
Selain Basque, Máxima juga memiliki darah Italia–Spanyol dari garis ibu serta keturunan Portugis, bahkan tercatat sebagai salah satu keturunan Raja Alfonso III dari Portugal.
Nama “Máxima” diambil dari nama nenek buyutnya, Máxima Bonorino González.
Pendidikan
Máxima menempuh pendidikan di Northlands School, Olivos, sebelum melanjutkan studi ekonomi di Universitas Kepausan Katolik Argentina (UCA) dan lulus pada 1995. Ia kemudian mengambil studi magister di Amerika Serikat.
Semasa kuliah, ia rutin menghadiri misa yang dipimpin Uskup Agung Buenos Aires Jorge Bergoglio, yang kini menjadi Paus Fransiskus.
Karier Profesional
Sebelum menjadi bagian dari keluarga kerajaan, Máxima membangun karier kuat di sektor keuangan internasional:
- 1989–1990: Mercado Abierto Electrónico S.A.
- 1992–1995: Boston Securities S.A. (penjualan & riset pasar)
- Hingga 1998: Wakil Presiden Penjualan Institusional Amerika Latin, HSBC James Capel, New York
- 1998–1999: Wakil Presiden Divisi Pasar Berkembang, Dresdner Kleinwort Benson, New York
- 2000–2001: Deutsche Bank, Brussels
Pengalaman tersebut menjadi pondasi perannya dalam advokasi keuangan inklusif tingkat global.
Pertemuan dan Pernikahan dengan Willem-Alexander
Máxima bertemu Willem-Alexander pada April 1999 di Sevilla, Spanyol. Ia awalnya tidak mengetahui bahwa pria tersebut adalah Putra Mahkota Belanda karena memperkenalkan diri hanya sebagai “Alexander”.
Pertunangan diumumkan pada 30 Maret 2001, dan Máxima memperoleh kewarganegaraan Belanda pada 17 Mei 2001. Mereka menikah pada 2 Februari 2002 di Amsterdam dalam upacara megah, dengan gaun rancangan Valentino Garavani.
Pernikahan ini sempat menuai kontroversi karena masa lalu sang ayah, yang pernah menjabat di rezim militer Jenderal Jorge Rafael Videla. Karena itu, ayah Máxima tidak diizinkan menghadiri pernikahan kerajaan.
Anak-Anak
Pasangan ini dikaruniai tiga putri:
- Catharina-Amalia – lahir 7 Desember 2003
- Alexia – lahir 26 Juni 2005
- Ariane – lahir 10 April 2007
Nama tengah ketiganya terinspirasi dari ratu-ratu Belanda terdahulu: Beatrix, Juliana, dan Wilhelmina.
Peran sebagai Ratu dan Aktivitas Internasional
Sejak Willem-Alexander naik takhta pada 30 April 2013, Máxima resmi menjadi Ratu Belanda. Ia dikenal aktif memperjuangkan:
- integrasi sosial imigran,
- penguatan hak-hak LGBTQ,
- perluasan inklusi dan kesehatan keuangan.
- Ia juga aktif sebagai Advokat Khusus Sekjen PBB untuk Keuangan Inklusif.
- Gelar Kerajaan dan Tanda Kehormatan
Gelar:
- 2002–2013: Putri Máxima dari Belanda, Putri Oranye-Nassau
- 2013–sekarang: Baginda Permaisuri Máxima
Tanda kehormatan (sebagian):
- Orde Singa Belanda
- Orde Wangsa Oranye
- Orde Leopold (Belgia)
- Orde Gajah (Denmark)
- Orde Legiun Kehormatan (Prancis)
- Orde Santo Olav (Norwegia)
- Orde Mahkota Berharga (Jepang) dan lainnya.
Agenda Kunjungan Ratu Máxima di Indonesia (24–27 November 2025)
Menurut Royal House of the Netherlands, kunjungan kali ini difokuskan pada penguatan inklusi keuangan dan kesehatan finansial. Berikut agenda lengkapnya:
- 25 November 2025 – Solo, Jawa Tengah
- Dialog dengan buruh pabrik garmen melalui program RISE.
- Kunjungan ke sanggar batik dan bertemu wirausaha perempuan.
- Diskusi bersama kaum muda dalam sesi Women’s World Banking terkait layanan keuangan digital.
26 November 2025 – Jakarta
- Pertemuan di kantor PBB dengan berbagai organisasi pembangunan.
- Diskusi dengan International Finance Corporation (IFC) mengenai pinjaman dan pertumbuhan ekonomi.
- Peninjauan implementasi program KPR di Indonesia.
- Kunjungan ke Deloitte untuk membahas kesehatan finansial pekerja.
27 November 2025 – Jakarta
- Menghadiri National Financial Health Event yang diselenggarakan OJK.
- Audiensi dengan Presiden RI Prabowo Subianto untuk membahas rekomendasi kebijakan.
Rep/Sisilia
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu







