Diduga Simpan Olahan Timah Ilegal, Gudang dan Smelter di Bangka Belitung Digerebek TNI AL

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 25 November 2025 | 19:55 WIB
Salah satu barang bukti timah yang diamankan. (BeritaNasional/Bachtiarudin)
Salah satu barang bukti timah yang diamankan. (BeritaNasional/Bachtiarudin)

BeritaNasional.com -  TNI Angkatan Laut (AL) yang tergabung dalam Satgas Halilintar menggerebek gudang dan smelter yang diduga menyimpan olahan timah ilegal siap ekspor di wilayah Sungailiat Bangka Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (23/11/2025).

“Kegiatan ini merupakan upaya TNI AL untuk memastikan setiap aktivitas pengolahan dan perdagangan komoditas strategis berjalan sesuai ketentuan serta mencegah terjadinya pelanggaran yang dapat merugikan negara,” kata Kadispenal Laksma Tunggul dalam keteranganya, dikutip Selasa (25/11/2025).

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pada tiga gudang PT Panca Mega Persada yang dikelola pemilik berinisial A, aparat menemukan  44 ton pasir timah, 20 ton timah balok siap ekspor, dan 15 ton timah balok kasar, dengan total 79 ton. Barang-barang tersebut diebutkan di sebuah gudang yang disebut gudang A. Sedangkan di gudang B juga ditemukan 10 ton timah balok kasar, 4 ton timah balok siap ekspor, serta 3 ton kerak timah dengan total 17 ton. Sementara itu di gudang C ditemukan 4 ton timah balok kasar dan 4 ton timah bentuk pot yang diduga timah, total 8 ton. 

“Dari seluruh temuan di tiga lokasi tersebut, diperkirakan terdapat 104 ton timah dengan nilai mencapai sekitar Rp31,2 miliar,” jelasnya.

Selain itu untuk hasil pemeriksaan terhadap sebuah smelter yang diduga milik oknum berinisial D di wilayah Sungailiat. Petugas kembali menemukan sekitar 500 kampil pasir timah dengan berat rata-rata 50 kilogram per kampil, serta 2 kampil timah batang tidak jadi seberat 75 kilogram

“Total temuan diperkirakan mencapai 30 ton dengan nilai kurang lebih Rp9 miliar,” sebutnya.

Tunggul memastikan pemeriksaan dilakukan Satgas Halilintar secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur. Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga disiplin pengelolaan sumber daya mineral serta mencegah praktik ilegal yang merugikan negara. 

“Hasil verifikasi dan pemeriksaan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan instansi terkait guna proses penanganan lebih lanjut,” ucapnya.

Ia kembali mengingatkan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali yang meminta Prajurit TNI AL untuk memperkuat pengawasan di wilayah maritim dan pesisir.

“Semua ini dalam rangka menegakkan hukum, menjaga ketertiban, serta melindungi kepentingan nasional,” tukasnya.

 

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: