Ledakan Gudang Amunisi Madiun, DPR Minta TNI Evaluasi Standar Keamanan dan Lokasi Penyimpanan

Oleh: Ahda Bayhaqi
Minggu, 19 Juli 2026 | 06:40 WIB
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin, meminta investigasi menyeluruh ledakan gudang amunisi di Madiun, Jawa Timur. Ia juga mendorong gudang amunisi harus jauh dari permukiman warga.

"Tim investigasi harus memeriksa apakah sistem penyimpanan amunisi telah memenuhi seluruh persyaratan dan standar keamanan, mulai dari kondisi ruangan, pengaturan suhu, penataan amunisi di dalam gudang, hingga penerapan prosedur pengamanan," ujar TB Hasanuddin dikutip dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).

Hasanuddin meminta TNI AD juga memeriksa kondisi dan usia amunisi yang disimpan. Termasuk memastikan kondisi amunisi jika kedaluwarsa, rusak atau mengalami penurunan kualitas.

*Seluruh faktor yang memungkinkan terjadinya ledakan harus ditelusuri secara menyeluruh, baik dari aspek teknis, kondisi fasilitas, kelalaian manusia, maupun kepatuhan terhadap prosedur operasional," ucapnya.

Lebih lanjut, TB Hasanuddin mendorong agar penempatan gudang amunisi yang berada terlalu dekat dengan permukiman masyarakat turut dievaluasi. 

"Apabila tidak lagi memenuhi standar jarak aman, gudang tersebut perlu dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan jauh dari kawasan berpenduduk," ucapnya.

"Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk memperbaiki sistem penyimpanan, pengawasan, dan pengamanan amunisi agar kejadian serupa tidak kembali terulang," pungkasnya.

Sebelumnya, TNI Angkatan Darat (AD) mengungkap awal mula kejadian sebelum terjadinya insiden ledakan di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Jalan Raya Madiun-Surabaya, Saradan, Madiun, Jawa Timur (Jatim), Kamis (16/7/2026) pagi. 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono mengungkapkan awal mula insiden ledakan gudang amunisi yang menyebabkan satu prajurit gugur dan enam prajurit lainnya mengalami luka-luka. Berdasarkan laporan yang diterima, ledakan itu terjadi saat prajurit tengah bertugas melakukan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil amunisi.

"Berdasarkan laporan awal yang kami terima, insiden terjadi saat personil melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil amunisi di salah satu gudang penyimpanan," kata Donny kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/7/2026) sore. 

 

Donny menjelaskan, saat ini TNI AS telah mengambil langkah-langkah penanganan awal dengan memberikan perhatian dan pendampingan penuh terhadap korban, berkoordinasi dengan rumah sakit, serta membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman dan investigasi secara menyeluruh, guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut.

"Perlu kami tegaskan juga bahwa proses ini dilakukan secara profesional, objektif dan menyeluruh agar setiap fakta yang diperoleh nantinya dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya. 

 

 

 

 sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: