Khofifah Sebut Jatim Jadi Provinsi dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
BeritaNasional.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak, baik yang masih dalam tahap rintisan maupun yang telah memasuki proses pembangunan permanen.
"Yang sudah permanen lahannya disiapkan oleh kabupaten/kota dan pembiayaan seluruhnya dari APBN," kata Khofifah dikutip dari Antara, Minggu (19/7/2026).
Khofifah mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan sekaligus mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi keluarga yang berada pada kelompok Desil 1 dan Desil 2.
"Cara kita memutus mata rantai kemiskinan diberikan fasilitas pendidikan yang baik bagi putra-putri mereka," ujar Khofifah.
Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi I Banyuwangi yang berada di Dusun Krajan, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Khofifah mengaku terkesan dengan progres pembangunan serta kelengkapan fasilitas yang tersedia.
Ia mengungkapkan progres pembangunan sekolah tersebut telah mencapai 88,7 persen dan ditargetkan rampung dalam 12 hari ke depan.
Sekolah Rakyat Terintegrasi I Banyuwangi menggabungkan jenjang pendidikan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) dalam satu kawasan. Fasilitas yang disediakan meliputi asrama siswa, ruang kelas modern, laboratorium, gedung serbaguna, sarana olahraga, hingga tempat ibadah.
Khofifah menilai kualitas fasilitas yang dibangun sangat memadai untuk menunjang proses belajar mengajar.
"Melihat ruang kelas, ini juga coba dilihat area untuk olahraga, saya rasa sulit untuk menemukan sekolah dengan kapasitas fasilitas olahraga seperti ini, dan pada hari ini Sekolah Rakyat bisa memberikan fasilitas itu, dan ini program yang sangat strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Prabowo-Gibran," kata Khofifah.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyekolahkan putra-putrinya di Sekolah Rakyat. Menurut Khofifah, selain memperoleh pendidikan yang berkualitas, para siswa juga akan mendapatkan pembinaan karakter dan kemandirian melalui sistem asrama.
"Sangat banyak wali murid khususnya yang jenjang SD yang khawatir kalau anaknya jauh dari rumah, anaknya di asrama ini adalah proses membangun kemandirian anak-anak mereka, membangun karakter, kedisiplinan dan untuk menyiapkan generasi emas 2045," kata Khofifah.
Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi I Banyuwangi menerima sebanyak 237 siswa yang terdiri atas 90 siswa SMA, 90 siswa SMP, dan 57 siswa SD.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
PENDIDIKAN | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu







