Bukayo Saka Sindir Minim Menit Bermain Usai Hattrick Bawa Inggris Juara Tiga Piala Dunia 2026
BeritaNasional.com - Bukayo Saka mengaku ingin mendapatkan menit bermain lebih banyak di Piala Dunia 2026 setelah tampil gemilang dengan mencetak hattrick saat membawa Inggris mengalahkan Prancis 6-4 pada laga perebutan tempat ketiga, Minggu (19/7/2026).
Penampilan impresif winger Arsenal itu menjadi sorotan karena sebelumnya ia tidak masuk dalam susunan pemain utama ketika Inggris kalah dari Argentina di babak semifinal. Keputusan pelatih Thomas Tuchel tersebut memicu tanda tanya, mengingat Saka tampil luar biasa saat diberi kesempatan menghadapi Prancis.
Dalam pertandingan melawan Les Bleus, Saka mencetak tiga gol, termasuk dua gol indah pada babak pertama. Inggris tampil jauh lebih agresif dibandingkan saat menghadapi Argentina, dengan permainan menyerang yang efektif, penguasaan bola yang lebih baik, serta serangan balik yang tajam.
Usai pertandingan, Saka mengakui dirinya berharap bisa bermain lebih banyak sepanjang turnamen, namun memilih untuk tidak memperpanjang pembahasan mengenai keputusan pelatih.
"Tentu saja saya ingin bermain lebih banyak. Tapi ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal itu. Saya hanya mencoba membuktikan kemampuan saya di lapangan. Sudah selesai. Mari kita lanjutkan," kata Saka dikutip dari Sky Sports.
Pemain berusia 24 tahun itu juga menepis keraguan mengenai kondisi fisiknya. Saat ditanya apakah penampilannya menjadi kabar baik bagi pendukung Arsenal, Saka menegaskan dirinya berada dalam kondisi terbaik.
"Ya. Saya bugar. Saya bugar," ujarnya.
Sementara itu, Thomas Tuchel menjelaskan alasan tidak menurunkan Saka sebagai starter saat Inggris menghadapi Argentina di semifinal. Menurut pelatih asal Jerman tersebut, keputusan itu murni berdasarkan pertimbangan taktik.
"Dia melakukan semuanya dengan benar. Saya hanya punya firasat di semifinal bahwa Morgan Rogers akan terlibat dalam sesuatu yang istimewa. Itu saja," ujar Tuchel.
Tuchel menambahkan pertandingan melawan Argentina berlangsung dengan intensitas tinggi sehingga timnya harus melakukan sejumlah perubahan akibat pemain mengalami kram dan menyesuaikan jalannya laga.
"Pertandingan melawan Argentina sangat menuntut sehingga kami harus melakukan perubahan karena kram dan perkembangan pertandingan," katanya.
Meski demikian, Tuchel menegaskan kualitas Saka tidak pernah diragukan dan tetap menjadi salah satu pemain penting dalam skuad The Three Lions.
"Bukayo menunjukkan bahwa dia adalah pemain kunci. Itu tidak pernah diragukan. Saya bahkan tidak menyadari dia mencetak hattrick melawan Prancis karena saya kehilangan gambaran umum mengenai para pencetak gol," tutur Tuchel.
Sumber: Sky Sports
DUNIA | 1 hari yang lalu
PENDIDIKAN | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







